Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Menaker: Pemerintah Arab Saudi diam-diam eksekusi mati WNI

Menaker: Pemerintah Arab Saudi diam-diam eksekusi mati WNI
Surabaya – KoPi | Hanya dalam selang beberapa hari, dua TKI asal Indonesia dieksekusi mati oleh pemerintah Arab Saudi. Setelah sebelumnya TKI asal Bangkalan Siti Zaenab, pemerintah Arab Saudi kembali mengeksekusi mati Karni binti Medi Tarsim, TKI asal Brebes.
 

Menyangkut hal itu, Menteri Tenaga Kerja Muhammad Hanif Dhakiri mengatakan pemerintah sangat menyesalkan kedua hukuman mati tersebut. Ia mengungkapkan pemerintah sudah lama mendapat kabar bahwa keduanya sudah terancam hukuman mati dan terus berusaha melakukan upaya hukum dan diplomasi. 

Namun pada akhirnya pemerintah Arab Saudi tetap melakukan eksekusi tanpa memberitahu pemerintah Indonesia waktu dan tempat pelaksanaannya. “Itu yang kita sesalkan, karena itu sudah menyalahi aturan internasional. Jadi bukan kecolongan,” tukas Hanif di sela acara Pengukuhan Guru Besar Prof. Chairul Tanjung di Universitas Airlangga (18/4).

Hanif menyebutkan selama ini pemerintah terus meningkatkan kualitas perlindungan tenaga kerja. Hanif mengatakan pemerintah sudah berupaya maksimal untuk mencegah kemungkinan terburuk.

“Semua langkah maksimal sudah dilakukan, mulai dari pendampingan hukum, pengacara, optimalisasi diplomasi, dan pendekatan informal pada keluarga korban dan ahli waris serta suku asal korban,” ujarnya.

Hanif menyatakan saat ini ada 228 orang WNI yang menghadapi ancaman hukuman mati di luar negeri. 37 orang di antaranya mereka ini adalah TKI. Mereka semua terlibat dalam berbagai macam kasus, seperti narkotika, kriminal murni, dan ada juga kasus ketenagakerjaan.

 

back to top