Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Mempertanyakan arah kemanusiaan Indonesia

Mempertanyakan arah kemanusiaan Indonesia

Akhir tahun 2014 Indonesia sangat berduka. Musibah melanda. Ibu pertiwi meneteskan air mata menyambut tahun baru 2015. Bencana tanah longsor di Jemblung Banjarnegara, banjir di Jakarta dan kota-kota lainnya, dan terakhir pesawat AirAsia QZ8501 tujuan Surabaya-Singapura kecelakaan mengakhiri hidup seluruh awak dan penumpangnya.

Sungguh sayang, diantara kita orang Indonesia yang cerdas dan ramah, masih ada yang menciderai musibah tersebut melalui candaan di media sosial seperti twitter, path dan facebook. Mereka mengolok-olok kedukaan orang lain dengan susunan kata yang kering oleh nurani. Tajam merobek kulit jiwa.

Lalu sebagian lainnya mencoba bermain politik di antara kedukaan. Mencari-cari apa yang bisa digunakan untuk menyerang rejim bekerja. Ancam ini dan itu. Bikin panja ini dan itu. Seolah akan menjadi pahlawan dengan sikap tersebut. Ideologi yang hanya berbicara tentang bagaimana mengepul keuntungan sendiri. Bermain dalam kesempitan.

Mengapa mereka berlaku demikian? Jawabannya kompleks. Tidak tunggal. Namun kita bisa memulainya dari satu esensi yang ada dalam diri manusia, yaitu kalbu. Muara dari akal pikiran dan perasaan (hati). Keseimbangan dari keduanya menciptakan sikap kemanusiaan yang mempraktikkan kasih sayang dan kelembutan.

Bangsa ini sangat membutuhkan sikap dan tindakan kemanusiaan tersebut. Sebab, berbagai tantangan kehidupan sebagai negara bangsa termasuk musibah-musibah yang menggelombang, harus ditangani oleh sikap dan praktik kemanusiaan. Melalui hal itu, kita menjadi kokoh, saling menjaga, saling melindungi dan saling menolong.

Kita tentu bersyukur, Alhamdulillah, masih banyak dari anggota keluarga bangsa ini yang menjaga kalbunya agar bisa mempraktikkan kemanusiaan. Mereka bekerjasama tanpa pamrih menolong para korban terkena musibah dengan cara masing-masing. Jika bangsa ini telah kuat sikap kemanusiaannya, maka kedamaian, kemajuan dan kekuatan bangsa akan menjadi matahari peradaban dunia.

back to top