Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Membongkar mitos epilepsi

Membongkar mitos epilepsi

Sleman-KoPi| Presiden Direktur Rumah Sakit UGM, Prof. Dr. Arif Faisal,Sp. Rad(K), DHSM, menjelaskan masih banyak persepsi dan opini buruk di sekitar masyarakat tentang penyakit epilepsi atau yang lebih dikenal dengan ayan.

Stiigma Orang Dengan Epilepsi (ODE) itu seperti tidak bisa menikah,ODE tidak bisa memiliki keturunan,ODE tidak dapat bekerja,Ode tidak dapat sekolah, muncul juga beberapa mitos seperti epilepsi penyakit kutukan, kerasukan roh, hanya terjadi pada anak-anak dan menular.

"Pengetahuan masyarakat mengenai epilepsi ini muncul dengan mitos dan stigma seperti tidak dapat disembuhkan,turunan dan menular," jelas Direktur Rumah Sakit UGM, Prof. Dr Arif Faisal di Ruang Yudistira,RS UGM,Sabtu (18/3).

Akibatnya, kata dokter spesialis syaraf RS UGM Dr.Fajar Maskuri,Sp.S,, M.Sc penderita epilepsi cenderung dijauhi dan memisahkan diri dari masyarakat.

Menurut dr. Fajar Maskuri penyakit epilepsi ini sama sekali tidak menular baik itu air ludah,darah, dan turunan lewat anak. Selain tidak menular,Fajar juga menghimbau masyarakat tidak menjauhi pasien epilepsi. Pasalnya beberapa pasien epilepsi dapat terpicu dengan suasana atau perasaan tidak menentu.

"Pemicu dari kejang epilepsi bisa karena stress yang berlebihan, ini bukan hanya aspek epilepsi, namun sosial dari pasien perlu kita beri edukasi ke masyarakat lainnya,"terang Dr. Fajar Maskuri.

Sebagai upaya dari penyadaran ke masyarakat terkait Epilepsi, RS UGM menggelar Seminar dengan Tema "Aku ODE (Orang Dengan Epilepsi) dan Aku Sukses". Prof. Arif Faisal memaparkan alasan dari pemilihan topik ini memberikan pemahaman tentang epilepsi, aspek-aspek pasien terhadap lingkungannya ,masyarakat dan kekuarga pasien.

Gelaran seminar ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Dies natalis UGM, Dies Natalis Kedokteran dan Dies Natalis RS UGM ke 5.

Prof. Arif faisal juga menjelaskan pihak RS UGM sudah mampu menangani pasien Epilepsi baik itu yang berobat jalan atau rawat inap. Hal inj ditunjukkan adanya dokter ahli syaraf,dokter anak dan konsultasi syaraf di RS UGM.

"Kita punya dokter syaraf, dokter anak, dan konsultasi syaraf seperti yang kita ketahui epilepsi menyerang anak anak dan dewasa," pungkas Prof. Arif Faisal. |Syidiq SyaifulArdli|

back to top