Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Melestarikan situs Warungboto Yogyakarta

Melestarikan situs Warungboto Yogyakarta

Jogja-KoPi| Melalui festival kesenian tradisional, Dinas Kebudayaan Yogyakarta mengajak masyarakat agar menjaga situs bersejarah Warungboto. Ajakan itu disampaikan dalam sosialisasi Festival Adhiluhung Warung Boto, Yogyakarta, Sabtu (24/2).

Dinas kebudayaan mengingatkan agar selalu menjaga dan melestarikan situs Warungboto. Berdasarkan sejarah,situs Warungboto ini sudah ada sejak zaman Hamengkubuwono I yang berfungsi sebagai tempat istirahat raja. Situs ini berada di Jalan Veteran, Umbulharjo, Yogyakarta.

Beberapa upaya pun telah dilakukan seperti sosialisasi mengundang warga dan menggandeng Komunitas Tuk Umbul Warungboto dengan menggelar festival kesenian tradisional festival Adiluhung Bangun Tulak.

Menurut Bambang Marsamtoro dari Kasi Sejarah, festival ini sudah berlangsung empat kali dengan tema yang berbeda-beda. Bambang Marsamtoro mengatakan tujuan dari festival selain menjaga sekaligus melestarikan situs Warungboto.

Sementara itu, Ferian Fembriansah, koordinator Komunitas Warungboto menjelaskan tema festival tahun ini mengikuti konsep burung tulak yang berwarna hitam putih yang menggambarkan kehidupan. Masyarakat seolah diajak untuk membangun 'tulak' yang merupakan syarat hidup dan selamat di dunia ini.

Festival ini diadakan pada Sabtu tanggal 25 Februari 2017 bertempat di situs Warungboto. Nantinya festival ini akan diisi dengan pementasan tradisional seperti geguritan, tari tradisional, angklung, dan banyak lagi.

Selain itu juga terapat dialog dari berbagai pihak seperti pihak keraton, Pakualaman, Muhammadiyah, dinas kebudayaan. Festival ini diadakan dua sesi, sesi pertama pukul 15.30-17.30,dan malam pukul 19.00-24.00.
Ferian Fembriansah mengajak masyarakat untuk mengikuti event agar dapat berpartisipasi dalam menjaga situs Warungboto.
"Festival gratis dan tidak dipungut biaya sepeserpun,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli|

back to top