Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mediasi 5 PKL Gondomanan, Eka Aryawan tidak hadir tanpa kornfirmasi

Mediasi 5 PKL Gondomanan, Eka Aryawan tidak hadir tanpa kornfirmasi

Jogjakarta-KoPi| Langkah mediasi antara kelima PKL Gondomanan dengan Eka Aryawan ditunda hingga Selasa tanggal 6 Oktober 2015 pukul 10.00 Wib. Pasalnya Eka Aryawan berhalangan hadir. Mediasi dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB, namun hingga pukul 15.00 WIB, Eka Aryawan tidak ada konfirmasi.

Tim Panitikismo, Acil Suyanto menjelaskan Tim Panitikismo sebelumnya pada tanggal 30 September 2015 lalu Eka Aryawan telah menyanggupi kehadiran undangan mediasi. Tim panitikismo mengganggap ketidkahadiran Eka Aryawan tanpa konfirmasi tersebut karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kami berprasangka baik, mungkin ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan,” jelas Acil.

Selanjutnya Tim Panitikismo akan membuka mediasi kedua pada tanggal 6 Oktober nanti. Mediasi kedua merupakan kesempatan terakhir kedua belah pihak bermusyawarah menjelaskan permasalahan yang terjadi.

“Pak Eka menerima undangan dan mendatangani, tujuan kita sejak 2012 untuk proses proses mediasi antara PKL dengan Pak Eka, kami berinisiatif mempertemukan mereka, tapi hari ini tanpa ada kabar, kami akan mengundang yang kedua dan terakhir,” tutur Acil.

Sementara salah satu PKL, Agung mengungkapkan kekecewaannya pada ketidakhadiran Eka Aryawan. "Kita kecewa, tadi tidak bisa dihubungi katanya Hp-nya mati."

Secara terpisah kuasa hukum Eka Aryawan, Onchan Poerba menjelaskan agar persoalan kedua pihak diselesaikan melalui hukum yang kini sedang berjalan.

"Biarlah ini diselsaikan hukum, tidak boleh ikut campur, Sultan sudah ngomong gak mau ikut-ikut urusan kedua pihak, ini menghormati proses hukum,” jelas Onchan melalui telepon. |Winda Efanur FS|

back to top