Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Mediasi 5 PKL Gondomanan, Eka Aryawan tidak hadir tanpa kornfirmasi

Mediasi 5 PKL Gondomanan, Eka Aryawan tidak hadir tanpa kornfirmasi

Jogjakarta-KoPi| Langkah mediasi antara kelima PKL Gondomanan dengan Eka Aryawan ditunda hingga Selasa tanggal 6 Oktober 2015 pukul 10.00 Wib. Pasalnya Eka Aryawan berhalangan hadir. Mediasi dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB, namun hingga pukul 15.00 WIB, Eka Aryawan tidak ada konfirmasi.

Tim Panitikismo, Acil Suyanto menjelaskan Tim Panitikismo sebelumnya pada tanggal 30 September 2015 lalu Eka Aryawan telah menyanggupi kehadiran undangan mediasi. Tim panitikismo mengganggap ketidkahadiran Eka Aryawan tanpa konfirmasi tersebut karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kami berprasangka baik, mungkin ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan,” jelas Acil.

Selanjutnya Tim Panitikismo akan membuka mediasi kedua pada tanggal 6 Oktober nanti. Mediasi kedua merupakan kesempatan terakhir kedua belah pihak bermusyawarah menjelaskan permasalahan yang terjadi.

“Pak Eka menerima undangan dan mendatangani, tujuan kita sejak 2012 untuk proses proses mediasi antara PKL dengan Pak Eka, kami berinisiatif mempertemukan mereka, tapi hari ini tanpa ada kabar, kami akan mengundang yang kedua dan terakhir,” tutur Acil.

Sementara salah satu PKL, Agung mengungkapkan kekecewaannya pada ketidakhadiran Eka Aryawan. "Kita kecewa, tadi tidak bisa dihubungi katanya Hp-nya mati."

Secara terpisah kuasa hukum Eka Aryawan, Onchan Poerba menjelaskan agar persoalan kedua pihak diselesaikan melalui hukum yang kini sedang berjalan.

"Biarlah ini diselsaikan hukum, tidak boleh ikut campur, Sultan sudah ngomong gak mau ikut-ikut urusan kedua pihak, ini menghormati proses hukum,” jelas Onchan melalui telepon. |Winda Efanur FS|

back to top