Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Mediasi 5 PKL Gondomanan, Eka Aryawan tidak hadir tanpa kornfirmasi

Mediasi 5 PKL Gondomanan, Eka Aryawan tidak hadir tanpa kornfirmasi

Jogjakarta-KoPi| Langkah mediasi antara kelima PKL Gondomanan dengan Eka Aryawan ditunda hingga Selasa tanggal 6 Oktober 2015 pukul 10.00 Wib. Pasalnya Eka Aryawan berhalangan hadir. Mediasi dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB, namun hingga pukul 15.00 WIB, Eka Aryawan tidak ada konfirmasi.

Tim Panitikismo, Acil Suyanto menjelaskan Tim Panitikismo sebelumnya pada tanggal 30 September 2015 lalu Eka Aryawan telah menyanggupi kehadiran undangan mediasi. Tim panitikismo mengganggap ketidkahadiran Eka Aryawan tanpa konfirmasi tersebut karena ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Kami berprasangka baik, mungkin ada kepentingan yang tidak bisa ditinggalkan,” jelas Acil.

Selanjutnya Tim Panitikismo akan membuka mediasi kedua pada tanggal 6 Oktober nanti. Mediasi kedua merupakan kesempatan terakhir kedua belah pihak bermusyawarah menjelaskan permasalahan yang terjadi.

“Pak Eka menerima undangan dan mendatangani, tujuan kita sejak 2012 untuk proses proses mediasi antara PKL dengan Pak Eka, kami berinisiatif mempertemukan mereka, tapi hari ini tanpa ada kabar, kami akan mengundang yang kedua dan terakhir,” tutur Acil.

Sementara salah satu PKL, Agung mengungkapkan kekecewaannya pada ketidakhadiran Eka Aryawan. "Kita kecewa, tadi tidak bisa dihubungi katanya Hp-nya mati."

Secara terpisah kuasa hukum Eka Aryawan, Onchan Poerba menjelaskan agar persoalan kedua pihak diselesaikan melalui hukum yang kini sedang berjalan.

"Biarlah ini diselsaikan hukum, tidak boleh ikut campur, Sultan sudah ngomong gak mau ikut-ikut urusan kedua pihak, ini menghormati proses hukum,” jelas Onchan melalui telepon. |Winda Efanur FS|

back to top