Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

MEA Segera Datang, Perda Tak Kunjung Siap

MEA Segera Datang, Perda Tak Kunjung Siap

Surabaya-KoPi| Menjelang MEA, Raperda Inisiatif DPRD Kota Surabaya Mengenai Tenaga Kerja tak kunjung siap untuk dibahas. Raperda tersebut masih dalam tahap penggodokan di Badan Pembuat Peraturan Daerah (BPPD).

“Masih digodog di badan pembuat peraturan daerah (BPPD) jadi masih belum, kita masih menggodok pasal per pasal, isinya gitu, dan nanti kajian-kajian dari akademisi juga kita masukkan, jadi masukkan-masukkan dari perwakilan karyawan, serikat pekerja, perusahaan, itu nanti kita libatkan dalam penyusunan perda kita. jadi masih belum, ibaratnya itu kita wadahnya saja, isinya belum,” terang Agustin Poliana selaku Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Raperda yang sempat dikatakan akan dibahas pada Senin lalu (9/2), ternyata masih belum selesai dibahas di Prolegda. Agustin juga mengatakan bahwa untuk menyelesaikan Raperda tersebut hingga menjadi Perda, butuh waktu yang cukup lama, sekitar enam bulan hingga satu tahun.

“Ini marathon masih belum kesana, kalau disana udah selesai, di BPPD selesai, dibawa ke Bamus, Bamus siap, nah langsung diparipurnakan, diserahkan Pemkot untuk dijadikan Raperda, Raperda inisiatif, ke dewan lagi di bahas di komisi, diserahkan Bamus untuk disetujui jadi Raperda, terus masuk ke komisi baru selesai. Kurang lebih enam bulan sampai satu tahun. Kita masih menggali masukan-masukan terkait dengan Perda-perda ini,” terang Agustin.

Meskipun masih harus melalui beberapa tahapan lagi untuk benar-benar siap, Agustin Optimis Raperda tersebut akan menjadi Perda yang dapat melindungi hak-hak tenaga kerja dalam MEA nantinya. “Insha Allah harus siap.”

back to top