Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

MDT Solusi Pembentukan Karakter Bangsa

MDT Solusi Pembentukan Karakter Bangsa

Haerul Mustakim, Winda Efanur FS


Sleman-KoPi- Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Sleman, tengah memperjuangkan Perda Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dari tahun 2011. Hingga tahun 2014 rencana Perda tersebut masih sebatas rancangan.

FKDT berharap dengan adanya Perda khusus, MDT bisa lebih mantap sebagai pendidikan non formal yang berbasis masyarakat. Untuk saat ini, jumlah MDT di Kabupaten Sleman berjumlah 78 madrasah.

Keberadaan madrasah berbasis masyarakat bisa menjadi alat dalam membentuk karakter bangsa, dengan lebih menonjolkan materi Agama.
“Mensinergikan Madrasah Diniyah akan membangun karakter masyarakat Sleman berakhlak mulia.” Ujar Mardiansyah selaku ketua FKDT Sleman.

“Kegelisahan kita adalah melihat remaja saat ini, banyak remaja putri yang hamil diluar nikah, pemuda yang meninggal akibat minuman keras, judi dimana-mana, anak berani dengan orang tua. Hal ini kan dikarenakan remaja kita yang kurang dengan pengetahuan agama”. Ujar Mardiansyah

Menurutnya, jika Perda ini terwujud, maka MDT akan memiliki kurikulum yang jelas, pengajar juga akan mendapatkan hak yang layak.

Sifat MDT nantinya lebih sebagai pelengkap materi keagamaan soalnya ilmu agama yang disekolah formal cuma tiga jam dalam seminggu,” lanjut Mardiansyah mengatakan.

 

 

 

 

back to top