Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

May Day 2015 jadi momen pertanyakan eksistensi partai buruh

May Day 2015 jadi momen pertanyakan eksistensi partai buruh
KoPi | Perayaan May Day 2015 tahun ini diramaikan dengan rencana pendirian partai buruh Indonesia. Gagasan ini dimotori oleh Gerakan Buruh Indonesia (GBI). GBI mengklaim didukung dua gerakan buruh berbasis massa besar, yaitu Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) yang diketuai Andi Gani dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang diketuai Said Iqbal.
 

Namun rencana pembentukan partai buruh tersebut disambut dengan berbagai reaksi. Beberapa serikat buruh menentang rencana tersebut. Salah satunya adalah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI). SBSI pesimis jika nanti partai buruh akan terjerumus di lubang yang sama, yaitu menjadi sama buruknya dengan pemerintah yang selama ini mereka caci. Partai buruh dikhawatirkan jadi ajang bagi elit aktivis buruh merebut kekuasaan.

Keraguan juga diungkapkan Pusat Perlawanan Rakyat Indonesia (PPRI). Perwakilan PPRI ragu jika serikat buruh yang telah terang-terangan melekatkan diri pada partai politik tertentu dapat melebur dan memperjuangkan satu tujuan yang sama. Pada pemilu presiden 2014 lalu, KSPI dan KSPSI berada pada posisi saling berseberangan. KSPI mendukung pasangan Prabowo-Hatta, sedangkan KSPSI menggalang suara untuk pasangan Jokowi-JK.

Meski demikan buruh mengakui perlunya partai buruh untuk menjadi alat perjuangan buruh. Banyak yang berpendapat sudah waktunya buruh mengambil jalan perjuangan politik. Satu hal yang pasti, pembentukan partai buruh tidak bisa hanya mewakili kepentingan buruh saja, melainkan seluruh rakyat kecil, seperti petani dan nelayan.

Menurut Presiden KSPI Said Iqbal pembentukan partai buruh tidak bisa instan begitu saja. Ada tahap yang harus dilalui, yaitu pendidikan politik bagi kaum buruh, pendirian organisasi massa sebagai embrio partai politik, dan jajak pendapat internal buruh mengenai perlu tidaknya partai buruh. Jika dipaksakan, partai buruh dipastikan akan selalu bernasib sama, timbul tenggelam dalam arus politik nasional.

Selama ini partai buruh selalu berumur pendek. Eksistensi mereka timbul tenggelam dalam berbagai pemilu di Indonesia. Partai buruh pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1945 dengan nama Partai Buruh Indonesia. Pada Pemilu 1955 mereka berhasil mendapatkan 2 kursi di DPR dan 5 kursi di Konstituante. 

Setelah dibelenggu Orde Baru, partai buruh terlahir kembali pada era Reformasi. Pada Pemilu 1999, lahir Partai Buruh Nasional. Pada pemilu 2004, kepentingan buruh diwadahi oleh Partai Buruh Sosial Demokratik, dan pada Pemilu 2009 Partai Buruh mewakili kepentingan para buruh Indonesia. Pada Pemilu 2014 lalu tidak ada perwakilan partai buruh yang memenuhi persyaratan administrasi.

back to top