Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Mau nonton bola voli, perempuan Inggris ini dipenjara

Mau nonton bola voli, perempuan Inggris ini dipenjara

Tehran-KoPi, Seorang perempuan di Iran asal Inggris yang mencoba masuk ke sebuah stadion di Tehran dimana tim pria nasional bola voli Iran sedang bermaian melawan Italy, telah dipenjara selama dua bulan lebih, The Independent mengatakan pada hari Rabu.

Perempuan  berumur 25 tahun, Ghoncheh Ghavami ditangkap bersama beberapa perempuan lainnya pada 20 juni di Stadion Azadi.

Dia telah dilaporkan bebas dari penjara, tapi ketika dia sudah pulang, beberapa hari kemudian dia ditangkap kembali dan kirim ke penjara Ervin, di mana tahanan politik sering ditahan di sana, bahkan disiksa.

Amnesti Internasional mengatakan bahwa Ghavami telah ditahan di penjara Ervin sejak 30 Juni, di sebuah kurungan yang tersendiri yang pengacaranya tidak bisa mengakses. Dia ditahan karena ikut serta dalam sebuah aksi demo yang damai yang memprotes pelarangangan perempuan untul bisa hadir ke acara Liga Bola Voli Dunia di Stadion Azadi Tehran.

Semenjak revolusi islam pada tahun 1979, perempuan Iran dilarang untuk menghadiri acara olahraga laki-laki.

Saudaranya, Imam Ghavani (28) mengatakan kepada ITV News “Keluarganya bersedih – tidak hanya orang tuaku, tapi nenek, paman, semuanya bersedih.” Ghavani sekolah di London dan dia adalah seorang pengacara.

Esmail Ahmadi Moghadam, Kepala Polisi Iran, ang dikutip oleh media Fars, “Sampai saat ini, bercampurya laki-laki dan wanita di stadion bukanlah kepentingan publik.”

“Sikap tersebut dibuat oleh akademisi agama dan pemimpin tertinggi yang masih tidak berubah, sebagai penegak hukum, kami tidak mengizinkan perempuan untuk masuk ke stadion,” ujarnya lagi.

Kampanye di facebook untuk pembebasan dia telah mendapatkan 9,000 ‘likes’.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top