Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Mati karena kepedasan, apa mungkin?

Mati karena kepedasan, apa mungkin?
KoPi. Makan gorengan tanpa cabe? Tentu kurang nendang. Makan burger, pizza, dan ayam goreng tanpa saos sambal? Wah tentu kurang nikmat. Makan siang tanpa ditemani sambal, tentu terasa hambar. Bagi orang Indonesia rasanya tidak afdol jika makan tanpa didampingi sambal. Namun, hati-hati. Makanan pedas juga bisa menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh. Namun, apakah mungkin terlalu banyak makan makanan pedas bisa membuat seseorang tewas?
 

Pada tahun 2011 pernah ada laporan tentang 20 orang yang mengikuti kontes makan kari super pedas di Skotlandia mengalami muntah, sesak nafas, dan pingsan. Hal itu karena tubuh mereka tidak kuat menahan rasa pedas yang diakibatkan rasa pedas kari tersebut.

Paul Bosland, profesor holtikultura dari New Mexico State University dan penemu Bhut Jolokia, jenis cabe terpedas di dunia mengatakan secara teori manusia memang bisa mati akibat terlalu banyak makan makanan pedas. “Riset pada tahun 1980 memperkirakan memakan 1 kilogram bubuk cabe paling pedas seperti Bhut Jolokia bisa membuat seseorang meninggal,” ujarnya.

Meski demikian, sistem pertahanan tubuh manusia akan otomatis memberi perlindungan dan manusia akan pingsan sebelum mencapai titik tersebut. Bosland mengatakan, untuk bisa menyebabkan seseorang meninggal, ia harus memakan 1 kilogram cabe Bhut Jolokia tersebut dalam sekali makan.

Seberapa pedas cabe Bhut Jolokia tersebut? Tingkat rasa pedas diukur dalam satuan yang disebut skala Scoville. Cabe Bhut Jolokia yang berasal dari Timur Laut India dan Bangladesh ini memiliki tingkat kepedasan lebih dari 1 juta skala Scoville! Sebagai perbandingan, cabe rawit yang biasa kita makan memiliki tingkat kepedasan setara 100 ribu hingga 225 ribu skala Scoville.

Diolah dari berbagai sumber

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top