Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Mati karena kepedasan, apa mungkin?

Mati karena kepedasan, apa mungkin?
KoPi. Makan gorengan tanpa cabe? Tentu kurang nendang. Makan burger, pizza, dan ayam goreng tanpa saos sambal? Wah tentu kurang nikmat. Makan siang tanpa ditemani sambal, tentu terasa hambar. Bagi orang Indonesia rasanya tidak afdol jika makan tanpa didampingi sambal. Namun, hati-hati. Makanan pedas juga bisa menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh. Namun, apakah mungkin terlalu banyak makan makanan pedas bisa membuat seseorang tewas?
 

Pada tahun 2011 pernah ada laporan tentang 20 orang yang mengikuti kontes makan kari super pedas di Skotlandia mengalami muntah, sesak nafas, dan pingsan. Hal itu karena tubuh mereka tidak kuat menahan rasa pedas yang diakibatkan rasa pedas kari tersebut.

Paul Bosland, profesor holtikultura dari New Mexico State University dan penemu Bhut Jolokia, jenis cabe terpedas di dunia mengatakan secara teori manusia memang bisa mati akibat terlalu banyak makan makanan pedas. “Riset pada tahun 1980 memperkirakan memakan 1 kilogram bubuk cabe paling pedas seperti Bhut Jolokia bisa membuat seseorang meninggal,” ujarnya.

Meski demikian, sistem pertahanan tubuh manusia akan otomatis memberi perlindungan dan manusia akan pingsan sebelum mencapai titik tersebut. Bosland mengatakan, untuk bisa menyebabkan seseorang meninggal, ia harus memakan 1 kilogram cabe Bhut Jolokia tersebut dalam sekali makan.

Seberapa pedas cabe Bhut Jolokia tersebut? Tingkat rasa pedas diukur dalam satuan yang disebut skala Scoville. Cabe Bhut Jolokia yang berasal dari Timur Laut India dan Bangladesh ini memiliki tingkat kepedasan lebih dari 1 juta skala Scoville! Sebagai perbandingan, cabe rawit yang biasa kita makan memiliki tingkat kepedasan setara 100 ribu hingga 225 ribu skala Scoville.

Diolah dari berbagai sumber

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top