Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Mati karena kepedasan, apa mungkin?

Mati karena kepedasan, apa mungkin?
KoPi. Makan gorengan tanpa cabe? Tentu kurang nendang. Makan burger, pizza, dan ayam goreng tanpa saos sambal? Wah tentu kurang nikmat. Makan siang tanpa ditemani sambal, tentu terasa hambar. Bagi orang Indonesia rasanya tidak afdol jika makan tanpa didampingi sambal. Namun, hati-hati. Makanan pedas juga bisa menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh. Namun, apakah mungkin terlalu banyak makan makanan pedas bisa membuat seseorang tewas?
 

Pada tahun 2011 pernah ada laporan tentang 20 orang yang mengikuti kontes makan kari super pedas di Skotlandia mengalami muntah, sesak nafas, dan pingsan. Hal itu karena tubuh mereka tidak kuat menahan rasa pedas yang diakibatkan rasa pedas kari tersebut.

Paul Bosland, profesor holtikultura dari New Mexico State University dan penemu Bhut Jolokia, jenis cabe terpedas di dunia mengatakan secara teori manusia memang bisa mati akibat terlalu banyak makan makanan pedas. “Riset pada tahun 1980 memperkirakan memakan 1 kilogram bubuk cabe paling pedas seperti Bhut Jolokia bisa membuat seseorang meninggal,” ujarnya.

Meski demikian, sistem pertahanan tubuh manusia akan otomatis memberi perlindungan dan manusia akan pingsan sebelum mencapai titik tersebut. Bosland mengatakan, untuk bisa menyebabkan seseorang meninggal, ia harus memakan 1 kilogram cabe Bhut Jolokia tersebut dalam sekali makan.

Seberapa pedas cabe Bhut Jolokia tersebut? Tingkat rasa pedas diukur dalam satuan yang disebut skala Scoville. Cabe Bhut Jolokia yang berasal dari Timur Laut India dan Bangladesh ini memiliki tingkat kepedasan lebih dari 1 juta skala Scoville! Sebagai perbandingan, cabe rawit yang biasa kita makan memiliki tingkat kepedasan setara 100 ribu hingga 225 ribu skala Scoville.

Diolah dari berbagai sumber

Reporter: Amanullah Ginanjar Wicaksono

 

back to top