Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Masyarakat tolak Fadli Zon sebagai Presiden GOPAC

Masyarakat tolak Fadli Zon sebagai Presiden GOPAC

Jogjakarta-KoPi| Fadli Zon mendapat penolakan Masyarakat Sipil Anti-korupsi dan Perempuan Anti-korupsi atas terpilihnya menjadi Presiden GOPAC (Global Oragnizations for Parliament against Corruption). Terpilihnya Fadli Zon pada lembaga internasional anti-korupsi tersebut dinilai sebagai sandiwara yang menyedihkan.

Penolakan itu juga merupakan protes atas sikap anggota DPR RI yang berbanding terbalik dengan semangat pemberantasan Korupsi. DPR justru mengusulkan pemandulan dan pembubaran KPK melalu revisi Undang-Undang KPK.

Wasingtu Zakiah, koordinator aksi mengatakan Fadli Zon terpilih menjadi Presiden GOPAC yang selama ini menyuarakan pemberantasan korupsi.

"ini berbanding terbalik dengan apa yang telah dilakukan. Di mana pelemahan-pelemahan terhadap KPK justru tidak henti-hentinya dilakukan DPR RI," kata Wasingatu Zakiah pada Kompas.

Sementara itu, Ardian, salah seorang warga mengatakan Fadli Zon adalah polltisi yang pongah dan sering bicara tidak simpatik.

"Lihat saja, kemarin dia bisa-bisanya ketemu dengan Donald Trump hanya justru memalukan bangsa Indonesia. itu pertama. Kedua,kok bisa-bisanya dia sekarang terpilih menjadi Presiden GOPAC, sebuah lembaga internasional yang menyerukan pemberantasan korupsi. Sementara dia juga sebagai orang DPR malah menyuarakan pembubaran KPK secara halus. Masa kerja KPK yang hanya diberi waktu 12 tahun itu sebagai bukti bahwa DPR tidak serius dalam pemberantasan korupsi. Rakyat harus sadar itu. Fadli Zon tidak pantas!," tegasnya pada KoPi.

back to top