Menu
Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Prev Next

Masyarakat tolak Fadli Zon sebagai Presiden GOPAC

Masyarakat tolak Fadli Zon sebagai Presiden GOPAC

Jogjakarta-KoPi| Fadli Zon mendapat penolakan Masyarakat Sipil Anti-korupsi dan Perempuan Anti-korupsi atas terpilihnya menjadi Presiden GOPAC (Global Oragnizations for Parliament against Corruption). Terpilihnya Fadli Zon pada lembaga internasional anti-korupsi tersebut dinilai sebagai sandiwara yang menyedihkan.

Penolakan itu juga merupakan protes atas sikap anggota DPR RI yang berbanding terbalik dengan semangat pemberantasan Korupsi. DPR justru mengusulkan pemandulan dan pembubaran KPK melalu revisi Undang-Undang KPK.

Wasingtu Zakiah, koordinator aksi mengatakan Fadli Zon terpilih menjadi Presiden GOPAC yang selama ini menyuarakan pemberantasan korupsi.

"ini berbanding terbalik dengan apa yang telah dilakukan. Di mana pelemahan-pelemahan terhadap KPK justru tidak henti-hentinya dilakukan DPR RI," kata Wasingatu Zakiah pada Kompas.

Sementara itu, Ardian, salah seorang warga mengatakan Fadli Zon adalah polltisi yang pongah dan sering bicara tidak simpatik.

"Lihat saja, kemarin dia bisa-bisanya ketemu dengan Donald Trump hanya justru memalukan bangsa Indonesia. itu pertama. Kedua,kok bisa-bisanya dia sekarang terpilih menjadi Presiden GOPAC, sebuah lembaga internasional yang menyerukan pemberantasan korupsi. Sementara dia juga sebagai orang DPR malah menyuarakan pembubaran KPK secara halus. Masa kerja KPK yang hanya diberi waktu 12 tahun itu sebagai bukti bahwa DPR tidak serius dalam pemberantasan korupsi. Rakyat harus sadar itu. Fadli Zon tidak pantas!," tegasnya pada KoPi.

back to top