Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Masyarakat kuatirkan semburan lumpur Bojonegoro jadi Lapindo dua

Masyarakat kuatirkan semburan lumpur Bojonegoro jadi Lapindo dua

Bojonegoro-KoPi│Semburan lumpur setinggi 2 meter di lahan pertanian Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, kagetkan warga setempat. Masyarakat kuatir semburan lumpur menjadi Lapindo kedua.

Sementara itu, Kepala Bidang BLH Pemkab Bojonegoro, Hari Susanto, mengatakan bahwa warga mengetahui semburan air bercampur lumpur tersebut pada hari Kamis (7/4) sekitar pukul 13.00 WIB, setelah warga mendengar suara ledakan seperti gempa.

Ketika warga mencari sumber ledakan, warga menemukan semburan air bercampur lumpur dengan diameter 30 centimeter, dan semburan sekitar 2 meter. Semburan lumpur ini sudah mulai mengecil hingga pagi hari tadi.

“Pagi tadi semburan lumpur mulai mengecil. Namun di lokasi lainnya ke arah barat daya dari lokasi semburan pertama, ditemukan semburan serupa, bahkan lebih besar,” jelas Hari Susanto.

Hingga saat ini, tim BLH telah mengambil contoh semburan air bercampur lumpur untuk dilakukan uji laboratorium di Mojokerto.

Lumpur mengandung gas beracun

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan bahwa gas (Hidrogen Sulfida) H2S yang keluar dari semburan lumpur di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, membahayakan manusia, karena di atas ambang yang ditentukan.

“Gas H2S yang keluar dari semburan memiliki kadar 1 ppm, padahal batas aman gas H2S bagi manusia sebesar 0,003 ppm,” jelas Hari Susanto, Kepala Bidang BLH Pemkab Bojonegoro.

Walaupun kadar gas H2S berlebih, masyarakat diharap untuk tetap tenang karena pengaruh gas tersebut akan hilang terbawa angin ketika sampai dilingkungan pemukiman warga. Mengingat lokasi semburan yang jauh dari pemukiman warga.

"Gas H2S akan menjadi tidak berbahaya lagi bagi manusia meski kadarnya di atas ambang yang ditentukan, karena lokasinya jauh dari pemukiman warga," jelas Heri Susanto

back to top