Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Masyarakat kuatirkan semburan lumpur Bojonegoro jadi Lapindo dua

Masyarakat kuatirkan semburan lumpur Bojonegoro jadi Lapindo dua

Bojonegoro-KoPi│Semburan lumpur setinggi 2 meter di lahan pertanian Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, kagetkan warga setempat. Masyarakat kuatir semburan lumpur menjadi Lapindo kedua.

Sementara itu, Kepala Bidang BLH Pemkab Bojonegoro, Hari Susanto, mengatakan bahwa warga mengetahui semburan air bercampur lumpur tersebut pada hari Kamis (7/4) sekitar pukul 13.00 WIB, setelah warga mendengar suara ledakan seperti gempa.

Ketika warga mencari sumber ledakan, warga menemukan semburan air bercampur lumpur dengan diameter 30 centimeter, dan semburan sekitar 2 meter. Semburan lumpur ini sudah mulai mengecil hingga pagi hari tadi.

“Pagi tadi semburan lumpur mulai mengecil. Namun di lokasi lainnya ke arah barat daya dari lokasi semburan pertama, ditemukan semburan serupa, bahkan lebih besar,” jelas Hari Susanto.

Hingga saat ini, tim BLH telah mengambil contoh semburan air bercampur lumpur untuk dilakukan uji laboratorium di Mojokerto.

Lumpur mengandung gas beracun

Badan Lingkungan Hidup (BLH) Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan bahwa gas (Hidrogen Sulfida) H2S yang keluar dari semburan lumpur di Desa Jari, Kecamatan Gondang, Kabupaten Bojonegoro, membahayakan manusia, karena di atas ambang yang ditentukan.

“Gas H2S yang keluar dari semburan memiliki kadar 1 ppm, padahal batas aman gas H2S bagi manusia sebesar 0,003 ppm,” jelas Hari Susanto, Kepala Bidang BLH Pemkab Bojonegoro.

Walaupun kadar gas H2S berlebih, masyarakat diharap untuk tetap tenang karena pengaruh gas tersebut akan hilang terbawa angin ketika sampai dilingkungan pemukiman warga. Mengingat lokasi semburan yang jauh dari pemukiman warga.

"Gas H2S akan menjadi tidak berbahaya lagi bagi manusia meski kadarnya di atas ambang yang ditentukan, karena lokasinya jauh dari pemukiman warga," jelas Heri Susanto

back to top