Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

Masuknya modal asing membuat kita harus impor pangan

Masuknya modal asing membuat kita harus impor pangan
Meskipun tanah pertanian kita luas dan subur, tetapi banyak petani kita hidup di bawah garis kemiskinan. Pemerintah juga melakukan banyak impor yang menunjukkan kekurangan pasokan pangan dalam negeri. Atau ada desain konspiratif? 

Yogyakarta-KoPi| “ Kita mulai swasembada pangan tahun 1984. Selama kurun waktu 3-5 tahun ke depannya kita aktif berswasembada pangan. Nah habis itu kita drop. Setelah itu kita aktif mengimpor, tahun kemarin saja kita impor beras sekitar 12 jta ton”, kata salah seorang petani varietas lokal, Gati Andoko.

Gati Andoko, mantan Dosen Antropologi yang kini bergelut di dunia pertanian menyayangkan kondisi pertanian Indonesia saat ini. Menurutnya mata rantai impor beras Indonesia tidak terlepas dari aspek historis politik masa lalu. 

“Apalagi jaman Orde Baru- kita nanem bulir padi yang asli aja sudah diklaim PKI, dianggap melawan pemerintah. Sebenarnya Kalau nggak salah, tahun 1969 dari CSR Ford Foundation ada program. Program itu menyebar ketiga Negara yakni Thailand untuk mengembangkan teknologi pertanian dan pertanian itu sendiri. Filipina untuk masalah bibit dan Indonesia untuk meneliti masalah hama. Makanya dari konsensus itulah Indonesia kelimpungan mau nanem apa? Nah semua bibit asli Indonesia ditarik untuk penelitian, kita fokus meneliti hama”, papar Gati.

Namun Prof. Andrea Santosa dari IPB masih meragukan adanya relasi antara CSR Ford Foundation dengan pertanian Indonesia. 

“Itu nggak demikian memang untuk benih padi itu Filipina ada IRRI lembaga internasional yang menghasilkan padi IR 64 yang booming di Indonesia. Bukan berarti mereka fokus ke perkembangan benih nggak juga. Dan Indonesia fokus pengembangan hama , ya no tidak juga. Suka tidak suka perkembangan pertanian Thailand cepat. Tapi varietas unggul Indoensia ada ciherang, inpari karya peneliti Indonesia sendiri”, jelasnya.

Baca:

Terbaik di Asean dalam produkvitas, toh tetap saja impor

Hasil penelitian kita hanya jadi alat propaganda

Siap swasembada beras, ini syaratnya

Petani Indonesia kelas termiskin di Indonesia

 

 

 

 

back to top