Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Masih ada WNI tak mau dievakuasi dari Yaman

Masih ada WNI tak mau dievakuasi dari Yaman
KoPi - Surabaya | Situasi Yaman yang semakin genting membuat pemerintah berupaya mempercepat evakuasi WNI yang masih berada di sana. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan total WI yang sudah keluar dari Yaman hingga Sabtu (11/4) ini mencapai 993 orang. Di antara total tersebut 775 orang sudah berada di Indonesia. Sementara 218 lainya masih berada di Yaman dan evakuasi kloter kedua akan segera menyusul.
 

“Kloter evakuasi kedua dilakukan pada Sabtu ini hingga Senin depan,” jelas Retno ketika diwawancara KoPi di acara pengukuhan Guru Besar Prof. Makarim Wibisono di Universitas Airlangga. 

Hingga ini KBRI masih menghadapi kendala keamanan khususnya untuk WNI yang berada di Aden. Akibatnya hingga kemarin tidak semua WNI yang berada di Aden dapat dievakuasi. Pihak KBRI Yaman mengatakan telah berkoordinasi dengan negara lain untuk melakukan evakuasi namun kemarin (Jumat) hanya 17 orang saja yang berhasil dievakuasi dari asrama mereka. Kondisi keamanan yang genting membuat proses evakuasi sulit, dan WNI yang belum bisa dievakuasi terpaksa kembali ke asrama mereka.

“Untuk WNI yang berada di Yaman Timur seperti di daerah Al-Mukalla evakuasi dilakukan secara bertahap. Transportasi yang terbatas menjadi kendala evakuasi warga di sana,” kata Retno.

Beberapa WNI di Yaman mengatakan mereka belum ingin dievakuasi karena menganggap masih dalam kondisi aman. KBRI sendiri tidak bisa memaksa. “Kewajiban negara adalah untuk menghimbau warga negaranya untuk keluar dari daerah berbahaya. Kewajiban negara dan pemerintah untuk menjamin keselamatan warga negaranya. Tetapi negara dan pemerintah sendiri tidak bisa memaksa jika mereka tidak ingin dievakuasi,” imbuhnya.

 

back to top