Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Martino: Saya berusaha mencegah Tevez untuk tampil sebagai eksekutor

Pelatih Argentina, Gerardo Martino. (FourFourTwo) Pelatih Argentina, Gerardo Martino. (FourFourTwo)
KoPi | Pelatih Argentina, Gerardo Martino mengatakan ia ragu apakah Argentina memenangkan pertandingan ketika Carlos Tevez maju sebagai salah satu eksekutor adu penalti di Copa America melawan Kolombia pada Jumat (26/6) waktu Chile, sebagaimana dilansir oleh FourFourTwo.

Tevez akhirnya membawa Argentina ke semi final setelah menang 5-4 melalui adu penalti. Tevez sebagai penendang terakhir tampil sebagai pahlwan setelah mencetak gol penentu kemenangan.

Martino mengaku bahwa ia telah menahan striker baru Boca Juniors itu karena takut tidak bisa mengatasi kenangan kesalahan dalam adu penalti laga antara Argentina melawan Uruguay pada tahun 2011 di kompetisi yang sama.

Tevez gagal menuaikan tugasnya sebagai eksekutor di Santa Fe perempat final kala itu. Ia pun dianggap sebagai biang keladi kekalahan Argentina.

“Sepak bola seperti itu kadang-kadang. Saya tidak menempatkan Tevez di antara lima penendang pertama karena kegagalannya dulu,” kata Martino kepada wartawan pada konferensi pers pasca-pertandingan.

“Kami mencoba untuk mencegah dia menendang penalti, tapi akhirnya gilirannya sebagai penendang ketujuh datang. Inilah sepak bola, dan berita semua tentang penebusan (Tevez).”

Pelatih 52 tahun itu memuji kinerja timnya meskipun mereka tidak mampu untuk membuat keunggulan mereka dengan kemenangan di waktu normal.

“Kami ditahan selama 90 menit,” tambah mantan pelatih Barcelona ini. “Saya pikir kami diredam dengan cara ditekan. David Ospina (kiper Kolombia) adalah tokoh utama di lapangan, tetapi ada banyak pertandingan di masa lalu seperti ini.

“Kadang-kadang Anda tidak mendapatkan apapun ketika mendominasi, dan saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika kita duduk di sini sekarang berbicara tentang kekalahan.

“Jika ada satu kegagalan hari ini adalah bahwa kita tidak mencetak gol, dan itu bagian dari permainan. Tapi kenyataannya kami telah bermain seperti yang kami miliki dengan hasil positif,” terang Martino panjang lebar.

Argentina akan menghadapi pemenang dari laga Brazil melawan Paraguay Sabtu (27/6) waktu setempat. Lionel Messi dkk akan berlaga di semi final pada Selasa (30/6) waktu setempat melawan Brazil atau Paraguay. | Aditya Wicaksana WP

back to top