Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Maritim DIY memiliki potensi besar tapi belum dimanfaatkan sepenuhnya

Pantai Sadeng Jogja Pantai Sadeng Jogja

Jogajakarta-KoPi|Dinas Perikanan dan Kelautan DIY gencar meningkatkan pemanfaatan potensi di bidang kelautan. Potensi bertopang pada dua sumber utama meliputi sumber daya kelautan dan sumber daya perikanan.

Menurut kepala bidang perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan DIY Suwarman Sumber daya kelautan meliputi tanaman mangrove, konservasi perairan, konservasi penyu, kaitannya dengan tata ruang peisisr dan laut.

Sumber daya perikanan terbagi dalam 10 kelompok ikan. Kelompok ikan pelagis besar berupa tongkol, tuna, cakalang dan cucut. Kelompok ikan pelagis kecil seperti kembung, tongkol kecil,layang. Kelompok ikan demersal seperti bawal layur, mayung, ti8ga wajah, udang. Keompok karang seperti lobster, ikan hiu, krapu, kakap.

Kelompok ikan crutase segala jenis udang. Kelompok kerang. Kelompok mamalia seperti ikan paus. Kelompok rumput laut seperti padang lamun. Kelompok benih alam berasal dari penangkapan dari benh alam seperti elper, nener, anak sidat. Kelompok reptilia seperti penyu, kura-kura.

Semua kelompok ikan tersebut serta merta diperdagangkan oleh nelayan. Untuk wilayah se-DIY ada 19 pusat pendapatan ikan yang membujur sepanjang pantai selatan.

Pusat pendapatan ikan terbesar ada di tempat pelelangan ikan (TPI) Sandeng, Gunung Kidul. Dengan fasilitas pelabuhan Pantai Sandeng menjadi tempat utama penangkapan ikan.

“Di Sandeng ada 8 kapal semi modern, yang bernama purse seine atau pukat cicncin. kapal ini pernah mendapat tangkapan terbenyak sampai 13 ton ikan, meliputi tuna, tongkol, lobster”, papar Suwarman.

Dislautkan menjual tangkapan ikan DIY sekitar 30%-40 % ke luar daerah seperi Cilacap dan Surabaya. Namun Suwarman mengakui potensi laut belum dimanfaatkan seluruhnya. Seperti ikan-ikan kedalaman laut 2000-3000 m atau deep sea water. “Sebetulnya sumber daya ikan yang belum dimanfaatkan sama seklai ikan laut dalam, ini bukan untuk ikan konsumsi tapi untuk industri farmasi dan kosmetik. Ya artinya yang ngambil yang gampang-gampang aja masih banyak”.

Sementara kendala berada pada kurangnya skill SDM. Pelatihan dan magang menjadi program utama Dislautkan DIY meningkatkan kompetensi para nelayan.

|Winda Efanur FS|

back to top