Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Mampir di UAJY, Sejarawan Polandia ajarkan multikulturalisme

Mampir di UAJY, Sejarawan Polandia ajarkan multikulturalisme

Jogjakarta-KoPi|Dalam sejarah arsitektur bangunan dunia bertalian antara satu negara dengan negara lain. Bahkan sebelum abad kedua Masehi, pertalian ini muncul dalam cara berpakaian para penguasa dan masyarakat yang merupakan campuran antara Perancis serta Tartar.

Salah satu negara di Eropa, Polandia kaya akan arsitektur dari warisan zaman masa lalu. seperti arsitektur gothic, roman, baroque yang kesemuanya hadir dalam beragam bangunan.

Menurut sejarawan Polandia, Prof. Dr. Sergiusz Michalski Polandia berada dalam pusaran sejarah bangsa tetangga seperti Prussia-Jerman, Russia, Austro-Hungaria, Ottoman Turki. Gereja sebagai ekspresi simbol tidak luput menjadi wujud persilangan ini.

Silih bergantinya kekuatan dominan di Polandia muncul dalam model, ikon, dan simbol Gereja. Begitupun dengan gedung parlemen, teater, dan kafe yang menunjukkan bagaimana masyarakat menjadi cerminan dari persilangan tersebut.

Prof. Michalski menambahkan latar belakang sejarah tersebut menjadi bekal untuk memahami multikulturalisme budaya. Sekaligus menjadi tantangan bersama, mengingat selama ini perbedaan budaya menjadi konflik.

“Memahami perbedaan budaya, demografis, dan bahasa yang berbeda dalam satu daratan yang sama tidaklah mudah,” jelas Prof. Michalski saat kuliah umum ‘Multicultural Polity on both Poland and Indonesia’ di FISIP Universitas Atma Jaya.

Sementara Wakil Dekan III FISIP UAJY Desideria Cempaka Wijaya Murti, M.A memandang positif pernyataan dari Prof. Michalski, adanya perbedaan tidak dijadikan alat pemicu konflik antar manusia.

“Banyak tokoh Polandia yang telah mendapat penghargaan Nobel, baik untuk masalah perdamaian internasional atau lainnya, sehingga tidak ada salahnya kita belajar mengenai isu-isu perdamaian di Eropa dari seorang guru besar Polandia” ujarnya.

 

back to top