Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Mampir di UAJY, Sejarawan Polandia ajarkan multikulturalisme

Mampir di UAJY, Sejarawan Polandia ajarkan multikulturalisme

Jogjakarta-KoPi|Dalam sejarah arsitektur bangunan dunia bertalian antara satu negara dengan negara lain. Bahkan sebelum abad kedua Masehi, pertalian ini muncul dalam cara berpakaian para penguasa dan masyarakat yang merupakan campuran antara Perancis serta Tartar.

Salah satu negara di Eropa, Polandia kaya akan arsitektur dari warisan zaman masa lalu. seperti arsitektur gothic, roman, baroque yang kesemuanya hadir dalam beragam bangunan.

Menurut sejarawan Polandia, Prof. Dr. Sergiusz Michalski Polandia berada dalam pusaran sejarah bangsa tetangga seperti Prussia-Jerman, Russia, Austro-Hungaria, Ottoman Turki. Gereja sebagai ekspresi simbol tidak luput menjadi wujud persilangan ini.

Silih bergantinya kekuatan dominan di Polandia muncul dalam model, ikon, dan simbol Gereja. Begitupun dengan gedung parlemen, teater, dan kafe yang menunjukkan bagaimana masyarakat menjadi cerminan dari persilangan tersebut.

Prof. Michalski menambahkan latar belakang sejarah tersebut menjadi bekal untuk memahami multikulturalisme budaya. Sekaligus menjadi tantangan bersama, mengingat selama ini perbedaan budaya menjadi konflik.

“Memahami perbedaan budaya, demografis, dan bahasa yang berbeda dalam satu daratan yang sama tidaklah mudah,” jelas Prof. Michalski saat kuliah umum ‘Multicultural Polity on both Poland and Indonesia’ di FISIP Universitas Atma Jaya.

Sementara Wakil Dekan III FISIP UAJY Desideria Cempaka Wijaya Murti, M.A memandang positif pernyataan dari Prof. Michalski, adanya perbedaan tidak dijadikan alat pemicu konflik antar manusia.

“Banyak tokoh Polandia yang telah mendapat penghargaan Nobel, baik untuk masalah perdamaian internasional atau lainnya, sehingga tidak ada salahnya kita belajar mengenai isu-isu perdamaian di Eropa dari seorang guru besar Polandia” ujarnya.

 

back to top