Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Malangnya... Operasi ginjal berakhir dengan kehilangan ‘kejantanan’

Malangnya... Operasi ginjal berakhir dengan kehilangan ‘kejantanan’
KoPi | Malang benar nasib mantan tentara ini. Maksud hati ingin sembuh dari penyakit ginjalnya, belakangan ia malah kehilangan ‘kejantanannya’.
 

Costica Maroleanu, pria 55 tahun asal Rumania ini awalnya masuk ke rumah sakit untuk operasi gagal ginjal. Ia kemudian menjalani prosedur operasi tersebut dengan sukses. Sayangnya, perawat yang merawat dirinya setelah operasi bertindak ceroboh. Perawat tersebut salah memasang kateter untuknya, dan efeknya kemaluan Maroleanu terkena infeksi parah. Para dokter tak punya pilihan lain selain mengamputasi kemaluannya.

“Setelah operasi mereka (dokter) memberi tahu saya bahwa ada komplikasi. Tampaknya seorang perawat salah memasang kateter untuk membantu saya kencing, dan kemaluan saya menjadi merah dan terinfeksi,” ungkap Maroleanu.

Maroleanu lantas dibawa ke ICU dan empat hari kemudian ia dibawa ke bagian nephrology. Ia mengatakan para dokter membiarkan ia di sana selama 10 hari, dan baru kemudian dijadwalkan untuk operasi. Lalu Marleanu dipindahkan ke rumah sakit lain untuk menjalani operasi tersebut.

Para dokter di sana menyebutkan bahwa satu-satunya yang dapat mereka lakukan adalah mengamputasi kemaluan Maroleanu. “Kulit luarnya sudah terkelupas dan sebagian besar sel di dalam organnya sudah mati,” kata juru bicara rumah sakit. 

Maroleanu sangat shock dengan operasi tersebut. Para dokter membuatkan saluran kencing di bawah buah zakarnya. Ia merasa hidupnya hancur. “Saya kencing seperti seorang perempuan. Saya hancur,” ujarnya dengan sedih.

Kini Maroleanu meminta ganti rugi kepada rumah sakit yang melakukan operasi ginjal pertama dengan tuduhan malpraktik. “Jika mereka tidak salah memasang kateter, hal ini tidak akan terjadi,” tukasnya.| Daily Mail

back to top