Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Malangnya... Operasi ginjal berakhir dengan kehilangan ‘kejantanan’

Malangnya... Operasi ginjal berakhir dengan kehilangan ‘kejantanan’
KoPi | Malang benar nasib mantan tentara ini. Maksud hati ingin sembuh dari penyakit ginjalnya, belakangan ia malah kehilangan ‘kejantanannya’.
 

Costica Maroleanu, pria 55 tahun asal Rumania ini awalnya masuk ke rumah sakit untuk operasi gagal ginjal. Ia kemudian menjalani prosedur operasi tersebut dengan sukses. Sayangnya, perawat yang merawat dirinya setelah operasi bertindak ceroboh. Perawat tersebut salah memasang kateter untuknya, dan efeknya kemaluan Maroleanu terkena infeksi parah. Para dokter tak punya pilihan lain selain mengamputasi kemaluannya.

“Setelah operasi mereka (dokter) memberi tahu saya bahwa ada komplikasi. Tampaknya seorang perawat salah memasang kateter untuk membantu saya kencing, dan kemaluan saya menjadi merah dan terinfeksi,” ungkap Maroleanu.

Maroleanu lantas dibawa ke ICU dan empat hari kemudian ia dibawa ke bagian nephrology. Ia mengatakan para dokter membiarkan ia di sana selama 10 hari, dan baru kemudian dijadwalkan untuk operasi. Lalu Marleanu dipindahkan ke rumah sakit lain untuk menjalani operasi tersebut.

Para dokter di sana menyebutkan bahwa satu-satunya yang dapat mereka lakukan adalah mengamputasi kemaluan Maroleanu. “Kulit luarnya sudah terkelupas dan sebagian besar sel di dalam organnya sudah mati,” kata juru bicara rumah sakit. 

Maroleanu sangat shock dengan operasi tersebut. Para dokter membuatkan saluran kencing di bawah buah zakarnya. Ia merasa hidupnya hancur. “Saya kencing seperti seorang perempuan. Saya hancur,” ujarnya dengan sedih.

Kini Maroleanu meminta ganti rugi kepada rumah sakit yang melakukan operasi ginjal pertama dengan tuduhan malpraktik. “Jika mereka tidak salah memasang kateter, hal ini tidak akan terjadi,” tukasnya.| Daily Mail

back to top