Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN)

Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN)

Yogyakarta-KoPi, Komisi penanggulangan AIDS Kota Yogyakarta bekerjasama dengan CD Bethesda serta LSM peduli HIV di kota Yogyakarta, Sabtu (17/5) malam jam 17.00 WIB. akan menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) di LSM CD Bethesda, Klitren Lor GK III/374 Yogyakarta.

Pengelola Program KPA Kota Yogyakarta Ghanis Kristia menyebutkan kegiatan yang mengambil tema Lets Keep The Light on HIV ini akan dikemas dalam bentuk edutainment. “Selain hiburan, kita akan membuka pojok informasi dan menggelar talkshow tentang HIV dan kesehatan produksi,” jelas Ghanis saat jumpa pers di Bale Ayu, Timoho (16/5).

Tema MRAN 2014 menunjukkan bahwa masih ada harapan dan sentuhan akan kehidupan di masa depan yang jelas, serta mengajak kita untuk bersama-sama melakukan upaya penanggulanagn HIV dan AIDS.

MRAN penting untuk diperingati tidak hanya untuk mengenang dan merenung, namun memberikan informasi tentang HIV dan AIDS kepada masyarakat,meningkatkan kepedulian, pencegahan, serta perawatan.

“Jadi tidak sekedar mengenang dan merenung atas segala sesuatu yang telah terjadi, tetapi bagaimana kita bisa peduli tehadap masalah AIDS dan juga mengambil langkah-langkah penanggulangan”, tambah Ghanis.

Harapannya kegiatan ini bisa menjadi media untuk melakukan penyebarluasan informasi guna menggiring dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan HIV, serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS).

Intinya kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini ialah untuk “mengajak pemerintah dan masyarakat Kota Yogyakarta khususnya untuk berperan aktif dalam upaya penanggulan dan pencegahan HIV/AIDS serta memberi semangat baru bagi ODHA,” tambah ketua panitia MRAN Arsita Mega Okta.

Informasi HIV  dan AIDS serta kesehatan reproduksi menjadi hal yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat umum dan secara spesifik adalah kepada remaja karena 38% kasus tersebut, menurut Ghanis berasal dari remaja. Dengan memiliki pemahaman yang benar, harapannya remaja mampu melakukan upaya pencegahan terhadap HIV dan AIDS.


Reporter: Fahrurrazi

back to top