Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN)

Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN)

Yogyakarta-KoPi, Komisi penanggulangan AIDS Kota Yogyakarta bekerjasama dengan CD Bethesda serta LSM peduli HIV di kota Yogyakarta, Sabtu (17/5) malam jam 17.00 WIB. akan menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) di LSM CD Bethesda, Klitren Lor GK III/374 Yogyakarta.

Pengelola Program KPA Kota Yogyakarta Ghanis Kristia menyebutkan kegiatan yang mengambil tema Lets Keep The Light on HIV ini akan dikemas dalam bentuk edutainment. “Selain hiburan, kita akan membuka pojok informasi dan menggelar talkshow tentang HIV dan kesehatan produksi,” jelas Ghanis saat jumpa pers di Bale Ayu, Timoho (16/5).

Tema MRAN 2014 menunjukkan bahwa masih ada harapan dan sentuhan akan kehidupan di masa depan yang jelas, serta mengajak kita untuk bersama-sama melakukan upaya penanggulanagn HIV dan AIDS.

MRAN penting untuk diperingati tidak hanya untuk mengenang dan merenung, namun memberikan informasi tentang HIV dan AIDS kepada masyarakat,meningkatkan kepedulian, pencegahan, serta perawatan.

“Jadi tidak sekedar mengenang dan merenung atas segala sesuatu yang telah terjadi, tetapi bagaimana kita bisa peduli tehadap masalah AIDS dan juga mengambil langkah-langkah penanggulangan”, tambah Ghanis.

Harapannya kegiatan ini bisa menjadi media untuk melakukan penyebarluasan informasi guna menggiring dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan HIV, serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS).

Intinya kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini ialah untuk “mengajak pemerintah dan masyarakat Kota Yogyakarta khususnya untuk berperan aktif dalam upaya penanggulan dan pencegahan HIV/AIDS serta memberi semangat baru bagi ODHA,” tambah ketua panitia MRAN Arsita Mega Okta.

Informasi HIV  dan AIDS serta kesehatan reproduksi menjadi hal yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat umum dan secara spesifik adalah kepada remaja karena 38% kasus tersebut, menurut Ghanis berasal dari remaja. Dengan memiliki pemahaman yang benar, harapannya remaja mampu melakukan upaya pencegahan terhadap HIV dan AIDS.


Reporter: Fahrurrazi

back to top