Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN)

Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN)

Yogyakarta-KoPi, Komisi penanggulangan AIDS Kota Yogyakarta bekerjasama dengan CD Bethesda serta LSM peduli HIV di kota Yogyakarta, Sabtu (17/5) malam jam 17.00 WIB. akan menggelar Malam Renungan AIDS Nusantara (MRAN) di LSM CD Bethesda, Klitren Lor GK III/374 Yogyakarta.

Pengelola Program KPA Kota Yogyakarta Ghanis Kristia menyebutkan kegiatan yang mengambil tema Lets Keep The Light on HIV ini akan dikemas dalam bentuk edutainment. “Selain hiburan, kita akan membuka pojok informasi dan menggelar talkshow tentang HIV dan kesehatan produksi,” jelas Ghanis saat jumpa pers di Bale Ayu, Timoho (16/5).

Tema MRAN 2014 menunjukkan bahwa masih ada harapan dan sentuhan akan kehidupan di masa depan yang jelas, serta mengajak kita untuk bersama-sama melakukan upaya penanggulanagn HIV dan AIDS.

MRAN penting untuk diperingati tidak hanya untuk mengenang dan merenung, namun memberikan informasi tentang HIV dan AIDS kepada masyarakat,meningkatkan kepedulian, pencegahan, serta perawatan.

“Jadi tidak sekedar mengenang dan merenung atas segala sesuatu yang telah terjadi, tetapi bagaimana kita bisa peduli tehadap masalah AIDS dan juga mengambil langkah-langkah penanggulangan”, tambah Ghanis.

Harapannya kegiatan ini bisa menjadi media untuk melakukan penyebarluasan informasi guna menggiring dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan HIV, serta penghapusan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA (Orang dengan HIV dan AIDS).

Intinya kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun ini ialah untuk “mengajak pemerintah dan masyarakat Kota Yogyakarta khususnya untuk berperan aktif dalam upaya penanggulan dan pencegahan HIV/AIDS serta memberi semangat baru bagi ODHA,” tambah ketua panitia MRAN Arsita Mega Okta.

Informasi HIV  dan AIDS serta kesehatan reproduksi menjadi hal yang penting untuk disampaikan kepada masyarakat umum dan secara spesifik adalah kepada remaja karena 38% kasus tersebut, menurut Ghanis berasal dari remaja. Dengan memiliki pemahaman yang benar, harapannya remaja mampu melakukan upaya pencegahan terhadap HIV dan AIDS.


Reporter: Fahrurrazi

back to top