Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

Malam anugerah sastra UGM, tingkatkan cita rasa seni Jogja

Malam anugerah sastra UGM, tingkatkan cita rasa seni Jogja

Jogjakarta-KoPi| "Event seni dan sastra mempunyai peran penting untuk meningkatkan cita rasa seni Jogja. Sastra merupakan muara dari kebudayaan nilai dan budi pekerti. Salah satu strategi membangun karakter bangsa," kata Prof. Ali.

Selaku Ketua Panitia Dies Natalis ke-66 UGM, Prof. Ali mengapresiasi baik terhadap pagelaran Malam Anugerah Sastra dan Seni UGM 2015 pada Rabu tanggal 2 Desember 2015 pukul 19.30 WIB di PKKH UGM.
Prof. Ali mengharapkan event-event bertajuk sastra akan semakin marak diselenggarakan. "Harapannya apresiasi seni dan sastra terus meningkat. Bisa menjadi ikon Gajah Mada, dan menjadi kegiatan rutin," tambah Prof. Ali.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Ketua Panitia Lomba Sastra UGM, Aprinus Salam, event sastra semakin prestisius di mata masyarakat, tidak terkotak pada komunitas sastra semata, namun juga untuk masyarakat umum.

Pasalnya event-event seni belum familiar di masyarakat. Masyarakat lebih menyukai event hiburan seperi konser musik dibandingkan dengan event sastra.

Dalam malam anugerah sastra dan seni 2015 direbutkan juara lomba kritik sastra, fotografi, film pendek, cerpen dan puisi.

Juara pertama kritik sastra diraih oleh Sunlie Thomas Alexander, juara fotografi 'Sampah  Elektronik' oleh Lanang Kurnia Jati, juara film 'Ruwah' diraih oleh Bambang Irawan, juara cerpen 'Dermaga Tua di Pulau Ningrat’ oleh Dahlia Hasan. Juara puisi diraih oleh Budi Saputra dengan judul 'Memorabilia Tiga kota'. |Winda Efanur FS| 

back to top