Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Malala penerima hadiah Nobel termuda

Malala penerima hadiah Nobel termuda

Oslo-KoPi | Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai dan Kailash Satyarthi (R) berpose dengan medali mereka selama upacara penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian di Balai Kota di Oslo tanggal 10 Desember 2014.

Remaja Pakistan Malala Yousafzai, ditembak oleh Taliban karena menolak untuk berhenti sekolah, dan aktivis India Kailash Satyarthi menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada Rabu setelah dua hari perayaan menghormati pekerjaan mereka untuk hak-hak anak.

Malala menjadi penerima Nobel termuda, dan banyak dipuji karena kampanye global sejak ditembak kepalanya saat di bus sekolah pada tahun 2012."Saya menceritakan kisah saya, bukan karena unik, tapi karena memang tidak ada yang unik, dan Saya cukup yakin bahwa saya penerima pertama Nobel Perdamaian yang masih berjuang dengan adik laki-laki" kata Malala.

Tiba di Norwegia dengan teman-teman dan aktivis muda dari Pakistan, Suriah dan Nigeria, Malala bertemu ribuan anak-anak, berjalan-jalan untuk menyambut pendukung dan akan membuka pameran di mana darah bernoda baju, dipakai ketika bus sekolahnya diserang, itu dipajang .

Satyarthi, telah menyelamatkan sekitar 80.000 anak-anak dari tenaga kerja budak terkadang mengalami perlakuan kekerasan."Mengusung mayat seorang rekan kerja yang berjuang untuk melindungi anak-anak adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan, bahkan saat saya duduk di sini untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian," kata Satyarthi.

Penghargaan tahun ini dapat membantu Komite Nobel Norwegia memperbaiki reputasinya, karena rusak oleh penghargaan kontroversial dalam beberapa tahun terakhir dengan Uni Eropa dan Presiden AS Barack Obama. | Joko Raharjo| Reuters.com|

back to top