Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Malala penerima hadiah Nobel termuda

Malala penerima hadiah Nobel termuda

Oslo-KoPi | Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai dan Kailash Satyarthi (R) berpose dengan medali mereka selama upacara penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian di Balai Kota di Oslo tanggal 10 Desember 2014.

Remaja Pakistan Malala Yousafzai, ditembak oleh Taliban karena menolak untuk berhenti sekolah, dan aktivis India Kailash Satyarthi menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada Rabu setelah dua hari perayaan menghormati pekerjaan mereka untuk hak-hak anak.

Malala menjadi penerima Nobel termuda, dan banyak dipuji karena kampanye global sejak ditembak kepalanya saat di bus sekolah pada tahun 2012."Saya menceritakan kisah saya, bukan karena unik, tapi karena memang tidak ada yang unik, dan Saya cukup yakin bahwa saya penerima pertama Nobel Perdamaian yang masih berjuang dengan adik laki-laki" kata Malala.

Tiba di Norwegia dengan teman-teman dan aktivis muda dari Pakistan, Suriah dan Nigeria, Malala bertemu ribuan anak-anak, berjalan-jalan untuk menyambut pendukung dan akan membuka pameran di mana darah bernoda baju, dipakai ketika bus sekolahnya diserang, itu dipajang .

Satyarthi, telah menyelamatkan sekitar 80.000 anak-anak dari tenaga kerja budak terkadang mengalami perlakuan kekerasan."Mengusung mayat seorang rekan kerja yang berjuang untuk melindungi anak-anak adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan, bahkan saat saya duduk di sini untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian," kata Satyarthi.

Penghargaan tahun ini dapat membantu Komite Nobel Norwegia memperbaiki reputasinya, karena rusak oleh penghargaan kontroversial dalam beberapa tahun terakhir dengan Uni Eropa dan Presiden AS Barack Obama. | Joko Raharjo| Reuters.com|

back to top