Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

Malala penerima hadiah Nobel termuda

Malala penerima hadiah Nobel termuda

Oslo-KoPi | Pemenang Hadiah Nobel Perdamaian Malala Yousafzai dan Kailash Satyarthi (R) berpose dengan medali mereka selama upacara penghargaan Hadiah Nobel Perdamaian di Balai Kota di Oslo tanggal 10 Desember 2014.

Remaja Pakistan Malala Yousafzai, ditembak oleh Taliban karena menolak untuk berhenti sekolah, dan aktivis India Kailash Satyarthi menerima Hadiah Nobel Perdamaian pada Rabu setelah dua hari perayaan menghormati pekerjaan mereka untuk hak-hak anak.

Malala menjadi penerima Nobel termuda, dan banyak dipuji karena kampanye global sejak ditembak kepalanya saat di bus sekolah pada tahun 2012."Saya menceritakan kisah saya, bukan karena unik, tapi karena memang tidak ada yang unik, dan Saya cukup yakin bahwa saya penerima pertama Nobel Perdamaian yang masih berjuang dengan adik laki-laki" kata Malala.

Tiba di Norwegia dengan teman-teman dan aktivis muda dari Pakistan, Suriah dan Nigeria, Malala bertemu ribuan anak-anak, berjalan-jalan untuk menyambut pendukung dan akan membuka pameran di mana darah bernoda baju, dipakai ketika bus sekolahnya diserang, itu dipajang .

Satyarthi, telah menyelamatkan sekitar 80.000 anak-anak dari tenaga kerja budak terkadang mengalami perlakuan kekerasan."Mengusung mayat seorang rekan kerja yang berjuang untuk melindungi anak-anak adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan, bahkan saat saya duduk di sini untuk menerima Hadiah Nobel Perdamaian," kata Satyarthi.

Penghargaan tahun ini dapat membantu Komite Nobel Norwegia memperbaiki reputasinya, karena rusak oleh penghargaan kontroversial dalam beberapa tahun terakhir dengan Uni Eropa dan Presiden AS Barack Obama. | Joko Raharjo| Reuters.com|

back to top