Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Makna ziarah kubur sehabis Idul Fitri

Makna ziarah kubur sehabis Idul Fitri
Jakarta - KoPi | Selekas shalat Idul Fitri, jamaah berbondong-bondong menuju pemakaman. Ziarah kubur memang menjadi rutinitas yang dilakukan masyarakat Indonesia saat menjelang Ramadhan ataupun selekas shalat idul fitri.

Ziarah makam keluarga, kerabat atau bahkan ulama membuat tempat pemakanman menjadi penuh sesak dengan kedatangan orang. Ada yang datang hanya memberi doa sebentar, ada yang berdoa khusyuk dan membawakan bacaaan surat AlQuran tertentu.

Dalam Islam sendiri, apakah ziarah kubur itu diperbolehkan?

Pada awal perkembangan Islam. Hukum ziarah kubur justru diharamkan. Hal ini disebabkan para sahabat yang baru meninggalkan masa jahiliyah kerap mejadikan kuburan alat untuk meminta (syirik).

Namun seiring perkembangan Islam, ziarah kubur justru dianjurkan.

“Dulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian ke kuburan, karena itu akan mengingatkan kalian pada akhirat.” (HR.Muslim)

Namun, anjuran dalam islam ziarah kubur tidak dijadikan perbuatan syirik. Anjuran ziarah kubur itu sendiri merupakan tujuan agar senantiasa manusia ingat dengan kematian. Dan manusia memperbaiki dirinya sebelum menjemput ajal.

Makna positif yang ditimbulkan dari adanya ziarah kubur tidak hanya dirasa oleh almarhum yang didoakan. Namun, memberikan energi positif kepada pengunjung agar memperbaiki diri menjelang kematian. Sebab dengan ziarah kubur akan memompa optimisme manusia dalam kehidupannya yang menuju kematian.

“Barang siapa yang menyadari akan kematian, maka segenap musibah dan kerisauan dunia akan terasa kecil baginya” (Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin).

Namun dalam berziarah anjuran yang tepat adalah menghargai makam lain yang tidak dalam maksud kita zairahi. Biasanya peziarah menginjak, menduduki dan membuang sampah sembarangan di kuburan milik orang lain. Hal inilah yang menjadi salah satu dampak negatif dari adanya ziarah.

Sebab makam selayaknya harus dihormati. Jika kita datang hanya untuk menghormati kuburan yang kita ziarahi dan menyepelekan kuburan lainya. Hal ini sama saja dengan tidak menghormati para almarhum di makam tersebut. |Labibah

back to top