Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Makna ziarah kubur sehabis Idul Fitri

Makna ziarah kubur sehabis Idul Fitri
Jakarta - KoPi | Selekas shalat Idul Fitri, jamaah berbondong-bondong menuju pemakaman. Ziarah kubur memang menjadi rutinitas yang dilakukan masyarakat Indonesia saat menjelang Ramadhan ataupun selekas shalat idul fitri.

Ziarah makam keluarga, kerabat atau bahkan ulama membuat tempat pemakanman menjadi penuh sesak dengan kedatangan orang. Ada yang datang hanya memberi doa sebentar, ada yang berdoa khusyuk dan membawakan bacaaan surat AlQuran tertentu.

Dalam Islam sendiri, apakah ziarah kubur itu diperbolehkan?

Pada awal perkembangan Islam. Hukum ziarah kubur justru diharamkan. Hal ini disebabkan para sahabat yang baru meninggalkan masa jahiliyah kerap mejadikan kuburan alat untuk meminta (syirik).

Namun seiring perkembangan Islam, ziarah kubur justru dianjurkan.

“Dulu aku pernah melarang kalian berziarah kubur, sekarang berziarahlah kalian ke kuburan, karena itu akan mengingatkan kalian pada akhirat.” (HR.Muslim)

Namun, anjuran dalam islam ziarah kubur tidak dijadikan perbuatan syirik. Anjuran ziarah kubur itu sendiri merupakan tujuan agar senantiasa manusia ingat dengan kematian. Dan manusia memperbaiki dirinya sebelum menjemput ajal.

Makna positif yang ditimbulkan dari adanya ziarah kubur tidak hanya dirasa oleh almarhum yang didoakan. Namun, memberikan energi positif kepada pengunjung agar memperbaiki diri menjelang kematian. Sebab dengan ziarah kubur akan memompa optimisme manusia dalam kehidupannya yang menuju kematian.

“Barang siapa yang menyadari akan kematian, maka segenap musibah dan kerisauan dunia akan terasa kecil baginya” (Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin).

Namun dalam berziarah anjuran yang tepat adalah menghargai makam lain yang tidak dalam maksud kita zairahi. Biasanya peziarah menginjak, menduduki dan membuang sampah sembarangan di kuburan milik orang lain. Hal inilah yang menjadi salah satu dampak negatif dari adanya ziarah.

Sebab makam selayaknya harus dihormati. Jika kita datang hanya untuk menghormati kuburan yang kita ziarahi dan menyepelekan kuburan lainya. Hal ini sama saja dengan tidak menghormati para almarhum di makam tersebut. |Labibah

back to top