Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mahasiswa UGM Terpilih sebagai Duta Revolusi Industri 4,0

Sleman-KoPi| Mahasiswa FMIPA UGM, Alwy Herfian Satriatama, terpilih sebagai Duta Anak Bangsa untuk  Revolusi Industri 4,0 yang diselenggarakan oleh Kantor Staf Presiden. Ia bersama dua mahasiswa lainnya Rizky Budi Saputro (ITB), dan Regia Puspitasari (ITS) dengan spesialisasi bidang yang berbeda menjadi wakil dari Indonesia yang dikirim ke Jerman untuk mengikuti Hannover Messe pada 23 – 28 April 2018 lalu.

 Hannover Messe merupakan eksibisi bisnis paling besar dan terdepan didunia dengan lebih dari 225.000 pengunjung dan 6500 perusahaan yang berasal lebih dari 70 negara. Eksibisi ini diselenggarakan setiap tahun di Hannover, Jerman. 

“Kami ditugaskan sebagai delegasi untuk mengetahui seluk beluk yang terjadi di Jerman, tidak hanya teknologi tapi juga budaya dan lingkungan yang mereka bangun,” kata Alwy kepada wartawan, Rabu (9/5) .

Selama di sana, kata Alwy, ia banyak mendapat pengetahuan dan pengalaman baru terkait perkembangan revolusi industri. Namun  setidaknya merealisasikan mimpi Alwy bisa datang ke Jerman. 

“Salah satu mimpi saya sejak kecil adalah dapat mengunjungi negara jerman,” ujar pria kelahiran Gunungkidul, Yogyakarta ini.

Alwy saat ini menjadi CEO Majapahitech, startup yang berada dibawah naungan Direktorat Pengembangan Usaha dan Inkubasi dan program Innovative Academy UGM. Startup Majapahitech, kata Alwy bergerak dibidang Teknologi dengan kategori Hardware dengan subjek utama IoT (Internet of Things). Ia membuat aplikasi untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di perusahaan dengan teknologi yang mereka buat. 

“Kami mengembangkan program Smart Garden, Smart Fish, dan yang paling baru adalah Smart Health,” katanya.

Alwy bercerita startup mereka  terbentuk pada akhir tahun 2015 yang beranggotakan 4 orang. Lalu ia bersama rekan-rekannya mengikuti berbagai kompetisi seperti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), dan lomba wirausaha tingkat nasional dengan tujuan untuk memperkaya pengalaman dan mengumpulkan modal.

 “Pada tahun 2017 kami mulai membangun bisnis sebenarnya dan menciptakan inovasi yang tepat guna untuk beberapa perusahaan. Pada tahun 2018 kami sudah memiliki anggota sejumlah 20 orang,” paparnya.

Sebagai pendiri Majapahitech, Alwy tidak menyangka dari bisnis digital yang dikembangkanya sekarang ini mengantarkannya mengikuti event trading bisnis teknologi paling besar di dunia. Sepulang dari Jerman, kata Alwy, ia semakin bersemangat untuk membangun bisnisnya melalui pengembngan teknologi justru adalah yang saya dapatkan disamping pengetahuan teknologi. 

“Dari jerman saya  mereka menciptakan suatu barang tidak mengorbankan fitur keselamatan hanya untuk mengurasi biaya produksi. Apa yang dibuat perusahaan jerman memiliki standar yang sangat tinggi,” katanya.

Lahir dan besar di Gunung Kidul. Anak pertama dari 2 bersaudara ini menyelsaikan pendidikan Sekolah Dasar di Yogyakarta lalu menyelesaikan SMP dan SMA di Semarang. 

“Saat Kuliah, saya kembali lagi ke Jogja,” ujarnya.

Meski masih menyandang status sebagai mahasiswa, setelah lulus Alwy berkeinginan ingin menjadikan Majapahitech sebagai salah satu perusahaan yang mampu bersaing dalam bidang teknologi. 

“Saya ingin membuktikan bahwa startup Majapahitech dapat melakukan kontribusi nyata ke Indonesia sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan memperbanyak jumlah lapangan pekerjaan,” kaatnya. (Humas UGM/Gusti Grehenson)

 

 

back to top