Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Mahasiswa UGM kembangkan alat main gamelan untuk tuna netra

Mahasiswa  UGM kembangkan alat main gamelan untuk tuna netra

Sleman-KoPi|Lima mahasiswa UGM kembangkan alat Gamelan untuk penyandang tunanetra. Alat gamelan yang dinamakan E-Gamatuna ini dapat membantu tunanetra untuk bermain gamelan.

Berangkat dari kegelisahan agar tuna netra kesulitan bermain gamela, tim proyek UGM yang terdiri dari Fadil Fajeri, Dinar Sakti Candra Ningrum,Muhammad Ali Nirham,Sapnah Rahmawati, dan Musfira Muslihat merancang alat pembantu disabilitas agar dapat bermain gamelan.

Ketua tim proyek Fadil Fajeri dari Sekolah Vokasi,Teknik Elektro menjelaskan dengan instrumen dan alat dibuat timnya,orang buta dapat memainkan gamelan layaknya pemain gamelan pada umumya.

Peyandang disabilitas cukup memainkan jari di atas papan E -Gamatuna dan nantinya suara dapat keluar dari speaker yang tersambung dengan laptop yang sudah memiliki software E-Gamatuna. Jari Jemari penyandang tuna netra sendiri sudah ditempeli sensor buatan timnya.

"Alat yang digunakan dalam E-Gamatuna ini terdiri dari 3 alat,Papan Hardware yang didalamnya terdapat microchip,Sensor alumunium foil yang ditempel di Jari-jari , Software yang ada di Laptop dan Komputer untuk output suara,"katanya saat jumpa pers di UGM,Senin(5/6).

E-Gamatuna ini diadaptasi dengan metode pelatihan gamelan dengan notasi kepatihan. Notasi kepatihan ini merupakan notasi angka dalam bahasa jawa yaitu Ji, Ro,Lu, Pet, Mo, Nem, Pi.

"Secara logika dan pada umumnya,sistemnya seperti do re mi fa la si, "kata Dinar salah satu tim E-Gamatuna.

Meski demikian, alat E-Gamatuna ini masih dalam proses pengembangan. Fadil menjelaskan baru alat gamelan jenis saron yang baru bisa dimainkan.Namun selanjutnya timnya akan mengembangkan alat gamelan lainnya seperti demung dan peking.

Selain itu alat E-Gamatuna harganya lebih murah dibandingkan alat gamelan aslinya. E-Gamatuna ini dapat dibuat dengan biaya kurang dari lima ratus ribu rupiah. Fadil juga berharap E-Gamatuna ini agar tuna netra dapat ikut berkontribusi dalam mempromosikan budaya indonesia.

"Pembuatan alat ini lebih murah dibandingkan gamelan yang asli. Dan tentunya sangat membantu tunanetra. Non penyandang juga dapat memainkan gamelan ini,"pungkasnya. | Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top