Menu
Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Prev Next

Mahasiswa UGM kembangkan alat main gamelan untuk tuna netra

Mahasiswa  UGM kembangkan alat main gamelan untuk tuna netra

Sleman-KoPi|Lima mahasiswa UGM kembangkan alat Gamelan untuk penyandang tunanetra. Alat gamelan yang dinamakan E-Gamatuna ini dapat membantu tunanetra untuk bermain gamelan.

Berangkat dari kegelisahan agar tuna netra kesulitan bermain gamela, tim proyek UGM yang terdiri dari Fadil Fajeri, Dinar Sakti Candra Ningrum,Muhammad Ali Nirham,Sapnah Rahmawati, dan Musfira Muslihat merancang alat pembantu disabilitas agar dapat bermain gamelan.

Ketua tim proyek Fadil Fajeri dari Sekolah Vokasi,Teknik Elektro menjelaskan dengan instrumen dan alat dibuat timnya,orang buta dapat memainkan gamelan layaknya pemain gamelan pada umumya.

Peyandang disabilitas cukup memainkan jari di atas papan E -Gamatuna dan nantinya suara dapat keluar dari speaker yang tersambung dengan laptop yang sudah memiliki software E-Gamatuna. Jari Jemari penyandang tuna netra sendiri sudah ditempeli sensor buatan timnya.

"Alat yang digunakan dalam E-Gamatuna ini terdiri dari 3 alat,Papan Hardware yang didalamnya terdapat microchip,Sensor alumunium foil yang ditempel di Jari-jari , Software yang ada di Laptop dan Komputer untuk output suara,"katanya saat jumpa pers di UGM,Senin(5/6).

E-Gamatuna ini diadaptasi dengan metode pelatihan gamelan dengan notasi kepatihan. Notasi kepatihan ini merupakan notasi angka dalam bahasa jawa yaitu Ji, Ro,Lu, Pet, Mo, Nem, Pi.

"Secara logika dan pada umumnya,sistemnya seperti do re mi fa la si, "kata Dinar salah satu tim E-Gamatuna.

Meski demikian, alat E-Gamatuna ini masih dalam proses pengembangan. Fadil menjelaskan baru alat gamelan jenis saron yang baru bisa dimainkan.Namun selanjutnya timnya akan mengembangkan alat gamelan lainnya seperti demung dan peking.

Selain itu alat E-Gamatuna harganya lebih murah dibandingkan alat gamelan aslinya. E-Gamatuna ini dapat dibuat dengan biaya kurang dari lima ratus ribu rupiah. Fadil juga berharap E-Gamatuna ini agar tuna netra dapat ikut berkontribusi dalam mempromosikan budaya indonesia.

"Pembuatan alat ini lebih murah dibandingkan gamelan yang asli. Dan tentunya sangat membantu tunanetra. Non penyandang juga dapat memainkan gamelan ini,"pungkasnya. | Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top