Menu
RUU Permusikan dan Kebrutalan Spirit Kapitalisme

RUU Permusikan dan Kebrutalan Spiri…

Anang Hermansyah, anggota...

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Perda Trantibmumlinmas

Gubernur dan DPRD Jatim Setujui Per…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Indonesia Kian Hari Kian Memprihatinkan

Dosen Ekonomi UMY Sebut Ekonomi Ind…

Bantul-KoPi| Di dalam eko...

Masih Banyak Kekeliruan Informasi Dalam Sikapi Bencana

Masih Banyak Kekeliruan Informasi D…

Bantul-KoPi| Bencana alam...

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang Olahraga ke UGM

Kemenpora Serahkan Hibah Gelanggang…

Jogja-KoPi| Kementerian P...

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan Baru

FKH UGM Luluskan 172 Dokter Hewan B…

Jogja-KoPi| Fakultas Kedo...

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Bekas Untuk Tingkatkan Mutu Jalan Rel Kereta Api di Indonesia

Inovasi Gabungan Aspal dan Karet Be…

Bantul-KoPi| Mengacu dari...

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancangan Mahasiswa UGM Raih Penghargaan di Seoul

Sepatu untuk Pasien Lumpuh Rancanga…

Jogja-KoPi| Sepatu buatan...

Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Prev Next

M. Nuh Lebih Pilih Mengajar daripada Menjadi Walikota Surabaya

M. Nuh Lebih Pilih Mengajar daripada Menjadi Walikota Surabaya
Surabaya – KoPi | Pemilihan Walikota Surabaya masih belum digelar. Namun panggung politik mulai diramaikan dengan bursa-bursa calon walikota yang ingin maju berhadapan dengan petahanan Tri Rismaharini. Salah satu nama yang disebut-sebut sebagai calon walikota favorit Surabaya adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh. Namun, Nuh menampik kabar tersebut dan mengatakan tak ingin maju sebagai calon walikota ataupun pendamping walikota.
 

“Saya berterimakasih, tapi saya cukup jadi dosen saja. Saya sudah lama tidak mengajar,” ungkapnya pada wartawan di Surabaya, Rabu (11/2).

Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut mengaku punya hubungan yang baik dengan Risma. Karena itu, ia akan mendukung siapapun yang nanti akan memimpin Kota Surabaya. “Saya doakan siapapun orang terbaik di Surabaya ini bisa menjadi pemimpin di kota ini. Tapi untuk saya, saya berterimakasih, saya cukup jadi dosen saja, saya mau mengurusi yayasan-yayasan sosial yang dulu saya aktif di dalamnya,” lanjut Nuh. 

Masa jabatan Walikota Surabaya akan berakhir pada Oktober 2015 mendatang. Partai politik mulai memilih nama-nama yang akan diajukan dalam ajang pemilihan walikota tersebut. Meski demikian, aturan mengenai pemilihan walikota masih belum juga tuntas. Hal ini dikarenakan masih menunggu revisi UU Pilkada oleh DPR RI. Dikhawatirkan Pilkada Surabaya akan molor hingga 2016.

 

back to top