Menu
Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen Air Hujan

Pakar UGM Ajak Masyarakat Memanen A…

Jogja-KoPi| Pakar Hidrolo...

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkatan Kompetitifitas Produk Agrikultur

BKP: Indonesia Fokus Pada Peningkat…

Bantul-KoPI|Pada tahun 20...

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

UNIVERSITAS MENYAMBUT R.I KEEMPAT

Oleh Moh. Mudzakkir(Dosen...

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi Swasta Sumbangkan Kaum Intelektual di Jatim

Pakde Karwo : 2/3 Perguruan Tinggi …

Surabaya-KoPi| Sebanyak 2...

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar Banyak Terserang Ispa

Pengungsi Korban Gempa di Gumantar …

Lombok-KoPi| Sebanyak 30 ...

Prev Next

M. Nuh Lebih Pilih Mengajar daripada Menjadi Walikota Surabaya

M. Nuh Lebih Pilih Mengajar daripada Menjadi Walikota Surabaya
Surabaya – KoPi | Pemilihan Walikota Surabaya masih belum digelar. Namun panggung politik mulai diramaikan dengan bursa-bursa calon walikota yang ingin maju berhadapan dengan petahanan Tri Rismaharini. Salah satu nama yang disebut-sebut sebagai calon walikota favorit Surabaya adalah mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh. Namun, Nuh menampik kabar tersebut dan mengatakan tak ingin maju sebagai calon walikota ataupun pendamping walikota.
 

“Saya berterimakasih, tapi saya cukup jadi dosen saja. Saya sudah lama tidak mengajar,” ungkapnya pada wartawan di Surabaya, Rabu (11/2).

Guru Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember tersebut mengaku punya hubungan yang baik dengan Risma. Karena itu, ia akan mendukung siapapun yang nanti akan memimpin Kota Surabaya. “Saya doakan siapapun orang terbaik di Surabaya ini bisa menjadi pemimpin di kota ini. Tapi untuk saya, saya berterimakasih, saya cukup jadi dosen saja, saya mau mengurusi yayasan-yayasan sosial yang dulu saya aktif di dalamnya,” lanjut Nuh. 

Masa jabatan Walikota Surabaya akan berakhir pada Oktober 2015 mendatang. Partai politik mulai memilih nama-nama yang akan diajukan dalam ajang pemilihan walikota tersebut. Meski demikian, aturan mengenai pemilihan walikota masih belum juga tuntas. Hal ini dikarenakan masih menunggu revisi UU Pilkada oleh DPR RI. Dikhawatirkan Pilkada Surabaya akan molor hingga 2016.

 

back to top