Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Lukisan palsu mencoreng seni lukis Indonesia

kiri : Bambang Bujono kiri : Bambang Bujono

Jogjakarta-KoPi| Maraknya praktek peredaran lukisan palsu meresahkan para seniman di Indonesia. Para seniman beserta pecinta seni yang tergabung dalam Perkumpulan Pecinta seni Rupa Indonesia (PSSI) melakukan investigasi terhadap karya pelukis ternama.

Hasilnya pun mencengangkan banyak lukisan karya maestro Indonesia telah dipalsukan oleh pihak tertentu. Hasil investigasi ini telah dibukukan dalam buku “ Jejak Lukisan Palsu di Indonesia dan Pameran 26 Lukisan”. Beberapa karya seniman yang dipalsukan seperti Hendra Gunawan, S. Sudjojono, Soedibio, dan nama seniman lainnya.

Bahkan yang lebih mengherankan lagi penemuan lukisan palsu berada di kolektor ternama seperti Dr. Ong Hong Djien. “Saat pembukaan museum Pak Hong Djien saya sampai bilang nama Allah di sana yang sebenarnya tidak tepat, lukisan yang dipamerkan kebanyakan palsu,” ujar curator dan staf pengajar di ITB, Aminudin TH. Siregar saat menjadi narasumber pada diskusi lukisan palsu di Galleri Museum Jogja pukul 14.00 WIB.

Sementara Editor Buku Jejak Lukisan Palsu di Indonesia, Bambang Bujono mengungkapkan praktik pemalsuan lukisan sudah lama menjamur di Eropa selama puluhan decade. Kini melihat praktik yang serupa di Indonesia sangat merugikan.

“Banyak pihak yang akan dirugikan dengan adanya praktik lukisan palsu, seperti para seniman Indonesia yang membuat karya seni juga para kolektor yang akan merasa dibodohi,” tutur Bambang.

Secara keseluruhan praktek lukisan palsu telah mencoreng nama baik seni rupa serta menghambat perkembangan seni rupa Indonesia.|Winda Efanur FS|

back to top