Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Merangin-KoPi| Bekas galian lubang penambang emas tampa izin (PETI) kali ini merengut nyawa seorang bocah bernama Dika (9) Warga Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi.
Dika menghembuskan napas terakhir di lokasi bekas lubang Tambang Ilegal PETI di desanya Rabu September sekitar pukul 16.30 Wib.

Beberapa saksi mengatakan peristiwa ini bermula ketika korban dan tiga rekannya tengah bermain di lokasi bekas galian PETI tersebut dan berenang. Naas bagi korban, ketika sampai di tengah dan ingin mengarungi, ternyata korban tidak bisa berenang, hingga akhirnya korban tenggelam.

Ditengah kepanikan, teman-teman korban berusaha memanggil warga. Mendengar teriakan teman korban, kemudian warga menuju lokasi dan menyelam untuk menyelamatkan korban. Sayangnya, korban ditemukan di dasar dalam keadaan tewas.

Kepala Desa Sumber Agung Prianto, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, membenarkan kejadian tersebut tepatnya dikawasan Sungai Merah.

“Ya, dikawasasan Sungai Merah namanya. Dulunya, di sana itu ada orang yang mendompeng. Tempat itu tidak digunakan lagi. Sudah lama ditinggalkan,” ungkap Prianto.

"Karena sudah lama ditinggalkan otomatis terisi air, mungkin anak-anak ini kirain surut, namun, setelah dicoba ternyata dalam. Apa lagi korban ini tak bisa berenang. Yang namanya anak-anak, bermain dak tau tempat. Mungkin, mereka sanga bekas galian dompeng itu surut, setelah dicoba ternyata dalam, beginlah akhirnya," tutupnya Kades.

Sementara itu Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga yang dikonfirmasi Awak media juga membenarkan peristiwa tersebut. “ iya benar memang ada laporan dari warga ,ada anak tenggelam di lubang PETI .

Kami, mendapat laporan dari warga bahwa ada anak tenggelam di lubang PETI , tak menunggu lama, kami langsung menuju lokasi guna melakukan penyelidikan," ujar Kapolres.

Setelah melakukan dan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), beber Kapolres, pihaknya meninta keterangan saksi guna penyelidikan lebih lanjut.

“Sekarang kami sedang meminta keterangan para saksi dan pemilik lokasi, guna kepentingan penyelidikan,”tutupnya.|Charles

back to top