Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Merangin-KoPi| Bekas galian lubang penambang emas tampa izin (PETI) kali ini merengut nyawa seorang bocah bernama Dika (9) Warga Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi.
Dika menghembuskan napas terakhir di lokasi bekas lubang Tambang Ilegal PETI di desanya Rabu September sekitar pukul 16.30 Wib.

Beberapa saksi mengatakan peristiwa ini bermula ketika korban dan tiga rekannya tengah bermain di lokasi bekas galian PETI tersebut dan berenang. Naas bagi korban, ketika sampai di tengah dan ingin mengarungi, ternyata korban tidak bisa berenang, hingga akhirnya korban tenggelam.

Ditengah kepanikan, teman-teman korban berusaha memanggil warga. Mendengar teriakan teman korban, kemudian warga menuju lokasi dan menyelam untuk menyelamatkan korban. Sayangnya, korban ditemukan di dasar dalam keadaan tewas.

Kepala Desa Sumber Agung Prianto, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, membenarkan kejadian tersebut tepatnya dikawasan Sungai Merah.

“Ya, dikawasasan Sungai Merah namanya. Dulunya, di sana itu ada orang yang mendompeng. Tempat itu tidak digunakan lagi. Sudah lama ditinggalkan,” ungkap Prianto.

"Karena sudah lama ditinggalkan otomatis terisi air, mungkin anak-anak ini kirain surut, namun, setelah dicoba ternyata dalam. Apa lagi korban ini tak bisa berenang. Yang namanya anak-anak, bermain dak tau tempat. Mungkin, mereka sanga bekas galian dompeng itu surut, setelah dicoba ternyata dalam, beginlah akhirnya," tutupnya Kades.

Sementara itu Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga yang dikonfirmasi Awak media juga membenarkan peristiwa tersebut. “ iya benar memang ada laporan dari warga ,ada anak tenggelam di lubang PETI .

Kami, mendapat laporan dari warga bahwa ada anak tenggelam di lubang PETI , tak menunggu lama, kami langsung menuju lokasi guna melakukan penyelidikan," ujar Kapolres.

Setelah melakukan dan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), beber Kapolres, pihaknya meninta keterangan saksi guna penyelidikan lebih lanjut.

“Sekarang kami sedang meminta keterangan para saksi dan pemilik lokasi, guna kepentingan penyelidikan,”tutupnya.|Charles

back to top