Menu
Konsekuensi Pembangunan Infrastruktur

Konsekuensi Pembangunan Infrastrukt…

Oleh: Novri Susan (Sosiol...

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Prev Next

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Lubang galian penambang tanpa izin menewaskan seorang bocah

Merangin-KoPi| Bekas galian lubang penambang emas tampa izin (PETI) kali ini merengut nyawa seorang bocah bernama Dika (9) Warga Desa Sumber Agung Kecamatan Margo Tabir, Kabupaten Merangin, Jambi.
Dika menghembuskan napas terakhir di lokasi bekas lubang Tambang Ilegal PETI di desanya Rabu September sekitar pukul 16.30 Wib.

Beberapa saksi mengatakan peristiwa ini bermula ketika korban dan tiga rekannya tengah bermain di lokasi bekas galian PETI tersebut dan berenang. Naas bagi korban, ketika sampai di tengah dan ingin mengarungi, ternyata korban tidak bisa berenang, hingga akhirnya korban tenggelam.

Ditengah kepanikan, teman-teman korban berusaha memanggil warga. Mendengar teriakan teman korban, kemudian warga menuju lokasi dan menyelam untuk menyelamatkan korban. Sayangnya, korban ditemukan di dasar dalam keadaan tewas.

Kepala Desa Sumber Agung Prianto, saat dikonfirmasi sejumlah awak media, membenarkan kejadian tersebut tepatnya dikawasan Sungai Merah.

“Ya, dikawasasan Sungai Merah namanya. Dulunya, di sana itu ada orang yang mendompeng. Tempat itu tidak digunakan lagi. Sudah lama ditinggalkan,” ungkap Prianto.

"Karena sudah lama ditinggalkan otomatis terisi air, mungkin anak-anak ini kirain surut, namun, setelah dicoba ternyata dalam. Apa lagi korban ini tak bisa berenang. Yang namanya anak-anak, bermain dak tau tempat. Mungkin, mereka sanga bekas galian dompeng itu surut, setelah dicoba ternyata dalam, beginlah akhirnya," tutupnya Kades.

Sementara itu Kapolres Merangin AKBP Munggaran Kartayuga yang dikonfirmasi Awak media juga membenarkan peristiwa tersebut. “ iya benar memang ada laporan dari warga ,ada anak tenggelam di lubang PETI .

Kami, mendapat laporan dari warga bahwa ada anak tenggelam di lubang PETI , tak menunggu lama, kami langsung menuju lokasi guna melakukan penyelidikan," ujar Kapolres.

Setelah melakukan dan penyelidikan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), beber Kapolres, pihaknya meninta keterangan saksi guna penyelidikan lebih lanjut.

“Sekarang kami sedang meminta keterangan para saksi dan pemilik lokasi, guna kepentingan penyelidikan,”tutupnya.|Charles

back to top