Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

Longsor Banjarnegara: Satu rumah utuh, lainnya porak-poranda

Foto: @KoPi Foto: @KoPi

Banjarnegara-KoPi-Banjarnegara kembali berkabung setelah peristiwa tanah longsor Sijeruk yang terjadi pada awal tahun 2006 lalu. Kali ini tanah longsor terjadi di Dusun Jemblung, Desa Sampang, Kec. Karangkobar, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah yang tak jauh dari Sijeruk, sekitar 7 km arah puncak.

Daerah penghasil salak terbesar di Indonesia ini menjadi sorotan semua awak media karena sedang mengalami musibah tanah longsor. Menurut informasi yang diperoleh KoranOpini.com perstiwa terjadi sekitar pukul 17.45 WIB pada Jum’at (12/1) ketika hujan deras selesai mengguyur daerah Karangkobar.

Peristiwa ke-2 kalinya dan menjadi terbesar sepanjang sejarah tanah longsor di Banjarnegara diperkirakan telah menelan korban lebih dari 108 jiwa. 

Menurut informasi terakhir Senin (15/1) dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjarnegara Catur Subandrio, korban meninggal dunia yang berhasil ditemukan sebanyak 46 orang dan sisanya masih dalam proses pencarian. Sebuah peristiwa langka terjadi dalam tanah logsor tersebut, sebuah rumah utuh tidak terkena longsoran tanah.

Menurut salah seorang warga setempat Iwan (45) mengatakan bahwa rumah yang biasanya menjadi TPQ itu utuh dan penghuinya yang sedang hamil 7 bulan juga selamat dari amukan tanah longsor.|Irfan Ridlowi|

 

Baca juga:

Bocah-bocah ajaib

Jokowi instruksikan evakuasi secepatnya

Dosa kaum ilmuwan

TERPOPULER

back to top