Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Logam Hydrophobic, Logam Anti Air Pertama

Logam Hydrophobic, Logam Anti Air Pertama
KoPi| Teknologi memungkinkan manusia untuk menciptakan sesuatu yang tidak mungkin. Contohnya temuan yang dibuat para peneliti dari University of Rochester ini. Mereka menciptakan sebuah logam yang sangat anti-air (hydrophobic metal), sampai-sampai membuat air benar-benar memantul kembali dari permukaannya.
 

Professor Chunlei Guo, profesor optik dari University of Rochester mengatakan penemuan logam tersebut didapat dengan melapisi logam dengan struktur nano. Dengan menggunakan bantuan laser, sebuah logam dapat dibuat menjadi anti-air secara permanen. Dan tidak seperti lapisan anti-air dari bahan kimia, sifat anti-air tersebut tidak akan hilang.

“Aplikasi teknologi ini akan sangat bermanfaat bagi berragam produk teknologi terbaru. Mulai dari konstruksi pesawat, telepon seluler, komputer, TV, mobil, hingga benda-benda lain dari logam,” kata Guo.

Guo menyebutkan lapisan anti-air tersebut dimungkinkan dengan menggunakan teknik laser yang kuat dan tepat. Akibatnya, permukaan logam akan memiliki pola mikro yang baru dan mengandung struktur nano baru yang memberi kemampuan tambahan pada logam tersebut.

Berkat lapisan tersebut, air yang dijatuhkan ke atas permukaan logam akan memantul layaknya bola karet di lantai keramik. “Air di permukaan logam akan terus menerus memantul hingga akhirnya keluar dari permukaan logam,” terang Guo.| Gizomod, University of Rochester, Sumber Video: Youtube

 

Media

back to top