Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Lindungi anak, perokok harus lebih beradab

Lindungi anak, perokok harus lebih beradab
Surabaya - KoPi | Menurut survey yang dilakukan IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia), 93,8% masyarakat di Surabaya mengetahui  bahaya dari rokok. Meskipun begitu, masih banyak perokok yang tidak memerhatikan lingkungan sekitar.

Dr. Kartono Mohammad, ketua TSCM-IAKMI pusat mengungkapkan anak yang bukan perokok dapat mendapatkan efek negatif terhadap asap rokok di lingkungannya. Asap rokok yang mengandung 4000 zat kimia dapat menghambat pertumbuhan anak.

Tidak hanya itu, anak yang terkena paparan asap rokok mengalami learning disability (ketidakmampuan dalam belajar), memiliki IQ 7 point lebih rendah dan akan memunculkan perilaku Hostile (gampang bermusuhan).

Dalam Diseminasi hasil penelitian IAKMI di Surabaya (19/05),  Kusuma S. Lestari, dr., MKM menyatakan bahwa kandungan  particulate matter asap rokok berkadar 2,5 mikron (PM2,5) di Surabaya jauh diatas  dari standart yang WHO tetapkan yaitu dibawah 25 ug/m3.

“Di tempat hiburan yang merupakan tempat kegiatan anak bermain, kadar kandungan PM 2,5 sekitaar 41,9 ug/m3. Jauh diatas standar yang WHO tetapkan” Ujar Kusuma. Sehingga anak yang bukan perokok aktif mendapatkan dampak dari zat berbaha yang dikeluarkan oleh asap rokok.

Dalam acara tersebut, Kartono menyebutkan bahwa penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KRT) di Surabaya harus digiatkan. “para perokok tersebut bukan kita larang atau kita musuhi, melainkan mereka harus merokok dengan cara yang beradab tanpa menyakiti pihak lain. Karena kita butuh untuk melindungi generasi yang akan datang, tapi kalau anak kalian  perbolehkan menghirup nikotin silahkan saja, kita hanya membantu melindungi.” Ujar Kartono.

Sebelumnya Kartono juga meyebutkan bahwa dampak terhadap rokok merusak bangsa Indonesia. Ia menilai bahwa kekalahan Indonesia dibidang olahraga diakibtakan karena efek terhadap pencemaran udara. “salah satu dampak terhadap rokok adalah pernapasan yang pendek. Sehingga para atlet tidak dapat stabil dan membawa juara Indonesia” ujarnya. | Labibah

back to top