Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Lindungi anak, perokok harus lebih beradab

Lindungi anak, perokok harus lebih beradab
Surabaya - KoPi | Menurut survey yang dilakukan IAKMI (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia), 93,8% masyarakat di Surabaya mengetahui  bahaya dari rokok. Meskipun begitu, masih banyak perokok yang tidak memerhatikan lingkungan sekitar.

Dr. Kartono Mohammad, ketua TSCM-IAKMI pusat mengungkapkan anak yang bukan perokok dapat mendapatkan efek negatif terhadap asap rokok di lingkungannya. Asap rokok yang mengandung 4000 zat kimia dapat menghambat pertumbuhan anak.

Tidak hanya itu, anak yang terkena paparan asap rokok mengalami learning disability (ketidakmampuan dalam belajar), memiliki IQ 7 point lebih rendah dan akan memunculkan perilaku Hostile (gampang bermusuhan).

Dalam Diseminasi hasil penelitian IAKMI di Surabaya (19/05),  Kusuma S. Lestari, dr., MKM menyatakan bahwa kandungan  particulate matter asap rokok berkadar 2,5 mikron (PM2,5) di Surabaya jauh diatas  dari standart yang WHO tetapkan yaitu dibawah 25 ug/m3.

“Di tempat hiburan yang merupakan tempat kegiatan anak bermain, kadar kandungan PM 2,5 sekitaar 41,9 ug/m3. Jauh diatas standar yang WHO tetapkan” Ujar Kusuma. Sehingga anak yang bukan perokok aktif mendapatkan dampak dari zat berbaha yang dikeluarkan oleh asap rokok.

Dalam acara tersebut, Kartono menyebutkan bahwa penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KRT) di Surabaya harus digiatkan. “para perokok tersebut bukan kita larang atau kita musuhi, melainkan mereka harus merokok dengan cara yang beradab tanpa menyakiti pihak lain. Karena kita butuh untuk melindungi generasi yang akan datang, tapi kalau anak kalian  perbolehkan menghirup nikotin silahkan saja, kita hanya membantu melindungi.” Ujar Kartono.

Sebelumnya Kartono juga meyebutkan bahwa dampak terhadap rokok merusak bangsa Indonesia. Ia menilai bahwa kekalahan Indonesia dibidang olahraga diakibtakan karena efek terhadap pencemaran udara. “salah satu dampak terhadap rokok adalah pernapasan yang pendek. Sehingga para atlet tidak dapat stabil dan membawa juara Indonesia” ujarnya. | Labibah

back to top