Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Lima remaja ini tertangkap mencuri besi pengaman rel KA

Lima remaja ini tertangkap mencuri besi pengaman rel KA

Pemalang-KopI| Lima remaja itu duduk meringkuk lesu di kantor Unit PPA Sat Reskrim Polres Pemalang. Wajah mereka seperti dibayangi kegelapan masa depan. Kelimanya adalah siswa Sekolah Menengah Pertama, usia antara 14 dan 15 tahun dan mungkin setelah ini mereka tak lagi sekolah.

Mereka ditangkap karena mencuri seratus lebih pandrol (besi berbentuk G pengaman rel kereta api dan bantalan) di jalur rel KA ganda pada kilo meter 108+9/0, kilo meter 109+2/3 dan kilo meter 109+1/3 Semarang – Cirebon yang berlokasi di sekitar Desa Pesucen sampai Desa Sirangkang – Petarukan.

Menurut polisi, mereka mendapatkan laporan dari petugas kontrol rel kereta api yang menemukan hilangnya besi pengaman selama tiga hari berturut-turut sejak 8-10 November 2015. Mengingat bahayanya akibat pencurian itu, pihak Polsek Petarukan pun segera bertindak.

rel2

Saat itu, Rabu, 11 November 2015, hari menjelang petang, cerita polisi, petugas kontrol rel kereta api menghubungi Reskrim Polsek Petarukan bahwa mereka mendapati sekelompok remaja pria tengah memukul-mukul penambat atau penjepit rel sembari memegang pendrol.

"Begitu mendapat laporan, kami segera bertindak dan menangkap para remaja itu. Mereka kita amankan ke Polsek dengan barang buktinya. Mereka menjual barang curian itu pada tukang rosok senilai Rp.72.000. Sementara 93 sisanya masih mereka simpan."

Kapolres Pemalang AKBP Kingkin Winasuda, S.H., S.I.K. mengatakan proses penyidikan terhadap para pelaku pencurian Pendrol dilaksanakan oleh Unit PPA, mengingat mereka masih anak – anak dan penyidikanyapun harus dalam perlakuan khusus. Dan dengan pertimbangan di atas, para pelaku tidak dilakukan penahanan.

"Namun (mereka) tetap dijerat dengan sangkaan melanggar Pasal : 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara," jelas Kapolres. |Joko Longkeyang

back to top