Menu
Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran Soprema 2018

Inkubasi Tahap 1 Resmi Buka Gelaran…

Jogja-KoPi| Kegiatan Inku...

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY Adakan Lomba Jemparingan

Lestarikan Budaya Tradisional, UAJY…

Jogja-KoPi| Universitas A...

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​Web-Professional Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Dorong ​…

Yogyakarta, 25 September ...

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo Ingatkan Dua Fungsi Sekda

Lantik Heru Tjahjono, Pakde Karwo I…

Surabaya-KoPi| Sesuai UU ...

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi Paham Radikal

Kepa BNPT Ajak Mahasiswa UGM Jauhi …

 JogjaKoPi| Kepala B...

Bupati dan Walikota Harus Mengacu dengan Visi Misi Presiden

Bupati dan Walikota Harus Mengacu d…

Surabaya-KoPi| Bupati dan...

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis Soprema 2018 untuk Sociopreneur Muda dari 16 Provinsi Indonesia

FISIPOL UGM Gelar Inkubasi Bisnis S…

Jogja-KoPi| Rangkaian gel...

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi Bisa Dilatih

Kreatifitas Itu Bukan Bawaan, Tapi …

Jogja-KoPi| Pakar Manajem...

Raih Doktor Usai Meneliti Transformasi Budaya Organisasi Perguruan Tinggi

Raih Doktor Usai Meneliti Transform…

Jogja-KoPi| Transformasi ...

Prev Next

Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo berikan ceramah di Akmil Magelang

Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo berikan ceramah di Akmil Magelang

Magelang-KoPi| Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, hari ini memberikan ceramah kejuangan kepada 491 Taruna/Taruni Tk II dan III di Gedung Lili Rochly Akademi Militer Magelang. Acara ini dihadiri oleh Wakil Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI Dudung Abdurachman, SE. MM. mewakili Gubernur Akmil, Mayjen TNI Hartomo, pejabat distribusi Akmil, pengasuh Mentar, siswa SMA Taruna Nusantara, Mahasiswa dan perwakilan dari FKPPI.

Dalam sambutannya, Gubernur Akmil menyampaikan ucapan terima kasih kepada Letjen (Purn) Sayidiman Suryohadiprojo, atas kesediaannya memberikan ceramah pembekalan kejuangan kepada Taruna/Taruni dan berharap para Taruna dapat mengambil hikmah dan pelajaran yang sangat berharga dari beliau, karena merupakan abituren terbaik MA Yogya angkatan pertama tahun 1948, tokoh intelektual militer dan memiliki karir cemerlang di dunia militer maupun pemerintahan.

Sementara itu, Letjen (Purn) Sayidiman pada awal ceramahnya merasa bangga berada dihadapan cucu-cucu generasi penerus TNI/bangsa dan berharap menjadi pejuang Indonesia dan pengawal Pancasila yang ulet, cerdas, sabar dan andal, sampai saat ini banyak bangsa asing yang ingin menguasai Indonesia karena memiliki kekayaan yang luar biasa, terlebih ditengah derasnya arus Globalisasi.

Hal lain yang perlu diwaspadai adalah bahaya terhadap kelompok yang ingin menghancurkan/mengganti ideologi negara, Pancasila, serta masuknya paham radikalisme. Untuk itulah maka diperlukan Ketahanan Nasional yang kuat, mantap dan efektif yang berisi kondisi dinamis bangsa, berisi keuletan dan ketangguhan yang sanggup mengatasi segala ancaman,tantangan, gangguan, hambatan baik dari dalam maupun luar negeri.

Ketahanan Nasional itu sendiri mencakup 2 aspek yang saling berkaitan, yaitu aspek keamanan dan kesejahteraan. Perlu diketahui, bahwa model perang dengan kekuatan militer penuh sudah tergantikan dengan kekuatan non militer, seperti hancurnya Rusia tanpa kekuatan militer. Akan tetapi kita tetap harus memiliki kekuatan militer yang andal serta harus ada elemen faktor non militer yang dapat menanggulangi pihak militer.

Letjen (Purn) Sayidiman juga menyitir pendapat Tzunzu: "Panglima yang terbaik/cakap adalah Panglima yang dapat menundukkan lawan tanpa pertempuran/kekuatan senjata". Dengan demikian segala kerawanan dan gangguan terhadap keutuhan wilayah NKRI serta upaya mengganti ideologi Pancasila sepanjang sejarah dapat diatasi dengan baik oleh TNI bersama rakyat, karena TNI sadar akan perlunya hubungan erat dengan rakyat merupakan sendi dari Ketahanan Nasional. Oleh karena itu jadikanlah Pancasila sebagai ideologi Indonesia, karena sudah terbukti kebenaran dan keampuhannya.

back to top