Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Legalisasi pernikahan sesama jenis di AS menuai kontroversi

Legalisasi pernikahan sesama jenis di AS menuai kontroversi
Surabaya - KoPi | Semarak kebanggan yang digaungkan para kaum Gay pada jumat (26/6) dikarenakan keputusan Mahkamah Agung AS yang melegalkan pernikahan sesama jenis di seluruh bagian negara Amerika. Namun, semarak kebanggan tersebut hanya dimiliki oleh beberapa pihak. Jutaan warga lainnya terkejut dan bahkan marah atas putusan tersebut.

Tony Perkins, Presiden Dewan Riset Keluarga menangapi keputusan tersebut merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang oleh Mahkamah Agung. “Pernikahan berakar tidak hanya dalam sejarah manusia, tetapi juga dalam realitas biologis dan sosial, bahwa anak-anak kita dilahirkan, dan akan menjadi yang terbaik jika dibesarkan oleh seorang ibu dan ayah” ujarnya seperti yang dilansir dari voanews.com.

Tidak hanya Perkins, mantan Senator Pennsylvania, Rick Santorum sempat mencela rekan sesama Republik yang tidak menentang pernikahan sesama jenis. “Kita digretak dalam diam. Kita kalah karena tidak mencoba untuk menang” ujar Santorum.

Bahkan ketua DPR AS, John Boehner mengeluarkan pernyataan kekecewaannya “Kecewa Mahkamah Agung AS telah mengabaikan kehendak mereka yang terpilih secara demokratis dari jutaan orang Amerika dengan memaksa negara-negara bagian untuk mendefinisikan kembali institusi perkawinan” Ujar Boehner.

Kritikan terhadap legalisasi gay juga dilontarkan oleh beberapa gereja yang menentang adanya pernikahan gay. Chad Pecknold, Profesor Universitas Katolik Amerika mengatakan bahwa keputusan MA AS sangat sulit bagi Gereja Katolik. “MA memutuskan berdasarkan hukum Barat mengenai pandangan soal perkawinan – yang oleh Gereja Katolik tidak dipandang sebagai sesuatu yang sah. Ini merupakan tantangan bagi lembaga-lembaga gereja. Dan inilah mengapa gereja akan menjadi sangat hati-hati (mengenai isu ini).” tutur Pecknold.

Mantan Gubernur Arkansas, Mike Huckabee turut memberi prnyataan. “Dalam hidup kita ada saatnya di mana kita harus memutuskan apa kita taat kepada Tuhan atau taat kepada putusan yang kita yakini melangar hukum,” ujarnya. | voanews.com | CNN.com | Labibah

back to top