Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

Legalisasi LGBT, Umat Islam jangan ikut-ikutan setuju!

Legalisasi LGBT, Umat Islam jangan ikut-ikutan setuju!
Surabaya - KoPi | Kontroversi keputusan Mahkamah Agung AS mengenai legalisasi pernikahan sesama jenis semakin terlihat. Setelah Jumat (26/6) para kaum LGBT (Lesbi Gay Bisexsual Transgender) memperingati hari perayaannya dengan dihadiahi keputusan MA AS tersebut. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Kaum gay dan lesbian yang berada di Indonesia.

Meskipun para LGBT di Indonesia sendiri masih tidak dilegalkan, namun keputusan MA AS mengenai legalisasi pernikahan sesama jenis akan berdampak pada Indonesia. Menurut Ustad Afri Andiarto Indonesia saat ini berkiblat ke Amerika mengenai sosial dan ekonomi. Pastinya hal tersebut akan menjadi contoh yang dituntut bagi masyarakat di Indonesia sendiri.

Ustad muda Surabaaya ini menduga para kaum LGBT akan semakin luas dan semakin berani untuk unjuk gigi di Indonesia. Namun, menurutnya mereka tidak perlu dimusuhi atau dibenci. Tidak perlu ditentang dengan cara kekerasan.
“Selamatkan diri kita terlebih dahulu, kemudian keluarga kita dari api neraka. Itu firman Allah, dan itu yang kita harus lakukan dalam realitas meluasnya kaum gay tersebut,” ujarnya.

Banyak masyarakat yang saat ini turut merayakan atas nama kebebasan adanya peringatan kemarin. Dalam aplikasi facebook, Mark Zuckerberg meluncurkan aplikasi celebrate pride, dimana pengguna dapat mengganti profile picture dengan berlatar rainbow yang merupakan bendera kebanggaan kaum LGBT.

Banyak masyarakat (umat Islam) yang menggunakan aplikasi tersebut tanpa mereka ketahui, aplikasi tersebut sama dengan dukungan mereka terhadap adanya kaum LGBT. Dan masih banyak umat Islam lainnya masih banyak yang turut setuju dengan adanya legalisasi tersebut. Biasanya mereka kerap mengapdet status dengan hastag legalisasi yang digaungkan para kaum gay.

Afri menjelaskan bahwa “Ridho terhadap sebuah kemaksiatan adalah kemaksiatan itu sendiri,” sehingga ia menghimbau umat Islam untuk tidak meridhoi dengan cara ikut-ikutan di media sosial.

Hukum yang ditimpa bagi para pendukung LGBT setimpal dengan pelaku di mata Allah. “Nanti konskuensi yang kita terima di mata Allah akan setara dengan seperti pelakunya, Naudzubillah,” tuturnya.

Ia menghimbau umat Islam untuk tidak turut serta memberi ridho pada kaum LGBT. Karena jelas dalam ayat Alquran sebagaimana kaum Nabi Luth di luluhlantakan.

“Wallohualam bisawab. Semoga kita dijauhkan Allah dari akhir zaman,” ujarnya. |Labibah|

back to top