Menu
Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Prev Next

LBH Yogyakarta akan perjuangkan keinginan pemilik kios Pasar Kembang

LBH Yogyakarta akan perjuangkan keinginan pemilik kios Pasar Kembang
Jogja-KoPIPenertiban puluhan kios di jalan pasar kembang oleh PT KAI DAOP 6 berlangsung tegang.  Kejadian ini terjadi ketika puluhan pedagang yang akan di tertibkan dan dibongkar kios ,berusaha menghalang-halangi petugas.
 
Puluhan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Manunggal Karso  berorasi di depan petugas meminta untuk bernegosiasi dan menggelar spanduk "Kami Pedagang Resmi". Sekretaris Paguyuban Effriyon Sikumbang menuntut kepada PT KAI agar menunda penertiban.
 
"Kami menuntut untuk ditunda dulu agar menemukan win-win solution. Kami juga tidak diberikan relokasi yang layak,"ujarnya saat diwawancarai, Rabu(5/7).
 
Kuasa hukum warga, LBH Yogyakarta dan beberapa anggota DPRD yang hadir saat penertiban mengatakan hal yang sama.Namun usaha negosiasi ini gagal dilakukan dan tim petugas PT KAI tetap menertibkan kios.
 
Aksi dorong mendorong sempat terjadi di depan rumah  makan Minang Jalan Pasar Kembang no 77. Beberapa warga pun berorasi saat petugas berusaha masuk ke dalam kios.
"Orang kecil tidak dihargai ,biarkan kami mencari makan," teriak salah satu warga pedagang.
 
Meski demikian usaha penertiban tetap berjalan dan satu persatu isi dari kios diangkut keluar oleh  petugas PT KAI. Selanjutnya setelah dikosongkan, gedung kiospun  diratakan dengan tanah menggunakan alat berat.
Puluhan pedagang pun akhirnya pasrah pada penertiban ini dan mulai mengangkut satu barang mereka dibantu oleh petugas  kedalam truk yang disiapkan.
 
Sementara itu, LBH Yogyakarta berencana menyiapkan beberapa langkah untuk mendukung pedagang yang terkena penertiban. Yogi dari LBH mengatakan pihaknya pertama akan berkomunikasi kembali dengan warga terdampak pasca penertiban.
 
"Kami akan berkoordinasi lagi dengan warga pasca penertiban,"terangnya.
 
Selanjutnya ,ia berencana untuk melaporkan penertiban ini kepada ombudsman RI, Komnas HAM dan langkah terakhir melaporkan pidana pada penertiban ini dengan kasus pelanggaran perda no 1 tahun 2015, RDTR.
 
Sementara itu,Humas PT KAI DAOP 6, Eko Budiyanto menuturkan sebelum penertiban ini,pihaknya sudah menggelar  negosiasi terkait rencana penertiban dan penjelasan lahan yang digunakan pedagang merupakan milik PT Kereta Api Persero. 
 
"Penggusuran ini sebenaranya sudah ada negosiasi dan pemberitahuan, bertahun-tahun kami berusaha sampaikan tapi tidak pernah berhasil,kami juga sudah melayangkan tiga SP sebelum penertiban ini,"tutur Eko.
 
Mengenai relokasi ,Eko pun mengkonfirmasi pernyataan Efriyon bahwa memang belum ada pembicaraan relokasi pedagang.
 
Sehingga meski beberapa waktu lalu pedagang kios menyebutkan lokasi Stasiun lempuyangan sebagai tempat relokasi, namun PT KAI tidak menyebutkan adanya rencana relokasi ditempat tersebut.| Syidiq Syaiful Ardli
 
back to top