Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Lagi-lagi, Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman mati

Lagi-lagi, Ikhwanul Muslimin dijatuhi hukuman mati

Kairo-KoPi, Pengadilan Mesir pada hari Senin (28/4) menjatuhkan hukuman mati kepada 683 orang pendukung Ikhwanul Muslimin karena menyerang dan membunuh polisi tahun lalu, televisi pemerintah melaporkan.

Para terdakwa, termasuk pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin Mohamed Badie, tertuduh menghasut kekerasan dan membunuh polisi dengan sengaja di kota Al-Adwa di Minya.

 

Dokumen-dokumen dari para terdakwa akan diserahkan ke Dewan Mufti, otoritas keagamaan tertinggi, untuk dimintai pendapat secara Islami terhadap hukuman  mati tersebut, yang tidak mengikat secara hukum dan dapat diabaikan oleh pengadilan tersebut.

 

Bulan lalu, pengadilan yang sama menjatuhkan hukuman mati kepada 529 orang anggota dan pendukung Ikhwanul Muslimin kemudian dokumen mereka diserahkan ke Mufti dan mengkonfirmasi hanya 37 orang yang tereksekusi.

 

Pengadilan tersebut kemudian menjatuhkan hukuman mati kepada 37 orang tersebut dan menghukum terdakwa yang tersisa di penjara.

 

Kekerasan meradang setelah penggulingan Presiden Mohamed Morsi oleh militer sejak Juli lalu.

 

Agustus lalu, pasukan keamanan menggunakan kekerasan yang berlebihan untuk membubarkan dua kelompok pro-Morsi  yang berkumpul di ibukota Kairo dan Giza, dan mengakibatkan sekitar 1.000 tewas dan ribuan ditangkap.

 

Sebagai protes, para pendukung dari presiden terguling marah dan melakukan unjuk rasa anti-polisi di seluruh negara yang diperluas untuk menyerbu kantor polisi di beberapa provinsi termasuk Minya.

 

Pada akhir Desember, Ikhwanul Muslimin di blacklist oleh pemerintah interim dan dianggap sebagai "organisasi teroris."

 

(Fahrurrazi)

Sumber: Xinhuanet

back to top