Menu
Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku Pembancokan

Polresta Yogyakarta Bekuk 2 Pelaku …

Jogja-KoPi| Sat Reskrim P...

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu Evakuasi Korban Bencana di Sulteng

Brimob Polri Bahu Membahu Membantu …

Sulawesi Tengah-KoPi|&nbs...

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar Tiban karya Anne Avantie

Fatma Saifullah Yusuf Kagumi Pasar …

Surabaya-KoPi| Ketua Umum...

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi dalam Tantangan Kemajuan Ekonomi Digital

Pacu Generasi Muda Ciptakan Inovasi…

Jogja-KoPi| Fakultas Ekon...

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mulai Makan Korban

Awas, Hati-Hati, Kredit Online Mula…

Jogja-KoPi| Lembaga Konsu...

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Thailand

Dosen Muda UMY Ukir Prestasi di Tha…

Bantul-KoPi| Universitas ...

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo Serukan Damai dan Berbudaya di Ranah Maya

Diskusi Netizen Jogja: Menkominfo S…

Jogja-KoPi|  – Selas...

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Politik Bahas Perkembangan Politik Nasional

Fisipol UGM Kumpulkan Para Pakar Po…

Jogja-KoPi| Fakultas Ilmu...

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan Solusi​ Online​ untuk UKM

Niagahoster Devcussion 2.0 Berikan …

Jogja-KoPi| Setelah sukse...

Doa bersama Memperingati Hari Kesaktian Pancasila di Masjid Al-Jihad Akmil Magelang

Doa bersama Memperingati Hari Kesak…

KoPi-Lembah Tidar. Minggu...

Prev Next

Kurniawan D Yulianto: Saya tak setuju naturalisasi

Kurniawan D Yulianto: Saya tak setuju naturalisasi
KoPi - Apa kabar dengan Kurniawan Dwi Yulianto, Bintang sepak bola di masa Timnas Primavera di tahun 1990-an ? KoPi berkesempatan melakukan wawancara di sela-sela kesibukannya antara Jakarta-Malaysia. Ia punya pendapat tentang Timnas dan prediksinya sekitar 'Piala Dunia 2014'.

Nora TA (NTA): Apa kesibukan anda setelah pensiun dari panggung sepakbola Indonesia?

Kurniawan Dwi Yulianto (KDY): Sekarang jadi pelatih di Chelsea Soccer School Indonesia dan juga ngurusin usaha sama istri di Malaysia.

NTA: Ketika masih aktif menjadi pemain, siapakah pemain yang menjadi role model anda?

KDY:  Yang menjadi inspirasi dalam main bola Ricky Yakob dan Marco Van Basten.

NTA: Bagaimana perasaan anda ketika pertama kali berkostum Timnas?

KDY: Bangga sekali dan tak terbayarkan karena memang cita-cita sebagai pemain bola di samping itu juga ingin mengharumkan nama bangsa.

NTA: Selama berkarir menjadi pesepakbola, momen apa yang paling dikenang? Mengapa?

KDY: Saat menjadi juara Liga Indonesia di PSM dan Persebaya dan juga saat main di klub FCL Luzern Swiss dan mencetak gol kemenangan dalam Derby lawan FC Basel karena saya orang Indonesia pertama yang bisa cetak gol di kompetisi resmi eropa.

NTA: Bagaimana kabar rekan-rekan yang tergabung dalam tim PSSI Primavera?

KDY: Masih saling berkomunikasi lewat BBM karena kami ada group dalam BBM.

NTA: Bagaimana kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini jika dibandingkan dengan zaman anda masih aktif sebagai pemain?

KDY: Tentu berbeda karena sepak bola kan makin berkembang dan sekarang pasti banyak inovasi-inovasi yang selalu dikembangkam dalam memajukan sepak bola, biarpun hasilnya masih belum memuaskam harapan masyarakat, tapi saya percaya kalau semua komponen sepak bola fokus dan satu tujuan untuk memajukan sepak bola kita tanpa ada kepentingan-kepentingan sendiri pasti kita bisa maju.

NTA: Belakangan, PSSI lebih sering berinisiatif menaturalisasi pemain asing. Bagaimana menurut anda?

KDY: Secara pribadi saya kurang setuju karena sebenarnya banyak talenta-talenta kita yang sangat bisa diharapkan, tinggal gimana kita memolesnya aja, tinggal dipikirkan konsepnya. Semua memang perlu waktu tapi harus dimulai dari sekarang dan benar-benar serius.

NTA: PSSI U-19 di bawah asuhan Indra Sjafrie menorehkan prestasi yang menjanjikan. Bagaimana menurut anda? apakah ini sinyal sepakbola Indonesia memasuki era keemasannya?

KDY: Pertama saya ucapkan selamat buat mereka...mudah-mudahan tim ini bisa menjadi harapan sepak bola di masa yang akan datangg. Tapi kita jangan terlalu berekpekstasi yang berlebihan karena takut jadi beban buat mereka, yang harus dilakukan adalah harus udah ada team back up-nya dari U-14-U16 dan sebagainya. Jadi, regenerasi kita gak pernah putus.  Jangan berharap dari 1 tim saja.

NTA: Menurut anda, final ideal Piala Dunia 2014 mempertemukan siapa dengan siapa? Dan siapa jagoan anda?

KDY: Brazil vs Spanyol. Juara kayaknya Brazil.

NTA: Siapa sajakah bintang muda yang akan bersinar dalam hajatan Piala Dunia 2014 yang akan digelar di Brazil tersebut?

KDY: Hazard.

NTA: Karena anda berposisi sebagai striker, siapakah yang akan menjadi top score Piala Dunia 2014?

KDY: Van Persie.

NTA: Apa saja syarat Indonesia bisa tampil di Piala Dunia?

KDY: Pembinaan usia muda yang harus diperbaiki, melakukan pertandingan internasional sehingga menambah jam terbang pemain,menciptakan kompetisi yang baik, karena dengan kompetisi yang baik tercipta juga pemain dan manajemen yg baik juga.

NTA: Setelah pensiun, banyak sekali pesepakbola memilih menjadi komentator, pundit (pengamat bola) atau menjadi pelatih. Anda lebih tertarik yang mana dan mengapa?

KDY: ketiganya, karena hal tersebut ditunjang dengan pengalaman dan pengetahuan yang saya punya.

NTA: Siapakah yang berpeluang meraih juara ISL 2014-2015?   

KDY: menurut saya yang berpeluang ada 3 tim, yaitu Arema, Persipura dan Mitra Kukar.

NTA: Tim manakah yang akan mampu memberi kejutan saat Piala Dunia nanti?

KDY: Mungkin Belgia sebagai tim kuda hitam.

NTA: Bagaimana peluang tim-tim Asia saat berlaga di Piala Dunia? (Iran, Korea Selatan, Jepang, Australi)?

KDY: Mungkin peluang untuk maju ke babak berikutnya cukup berat, tapi peluang itu masih tetap ada, seperti Korea yang bisa maju sampai 4 besar di piala dunia 2002.

back to top