Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kurniawan D Yulianto: Saya tak setuju naturalisasi

Kurniawan D Yulianto: Saya tak setuju naturalisasi
KoPi - Apa kabar dengan Kurniawan Dwi Yulianto, Bintang sepak bola di masa Timnas Primavera di tahun 1990-an ? KoPi berkesempatan melakukan wawancara di sela-sela kesibukannya antara Jakarta-Malaysia. Ia punya pendapat tentang Timnas dan prediksinya sekitar 'Piala Dunia 2014'.

Nora TA (NTA): Apa kesibukan anda setelah pensiun dari panggung sepakbola Indonesia?

Kurniawan Dwi Yulianto (KDY): Sekarang jadi pelatih di Chelsea Soccer School Indonesia dan juga ngurusin usaha sama istri di Malaysia.

NTA: Ketika masih aktif menjadi pemain, siapakah pemain yang menjadi role model anda?

KDY:  Yang menjadi inspirasi dalam main bola Ricky Yakob dan Marco Van Basten.

NTA: Bagaimana perasaan anda ketika pertama kali berkostum Timnas?

KDY: Bangga sekali dan tak terbayarkan karena memang cita-cita sebagai pemain bola di samping itu juga ingin mengharumkan nama bangsa.

NTA: Selama berkarir menjadi pesepakbola, momen apa yang paling dikenang? Mengapa?

KDY: Saat menjadi juara Liga Indonesia di PSM dan Persebaya dan juga saat main di klub FCL Luzern Swiss dan mencetak gol kemenangan dalam Derby lawan FC Basel karena saya orang Indonesia pertama yang bisa cetak gol di kompetisi resmi eropa.

NTA: Bagaimana kabar rekan-rekan yang tergabung dalam tim PSSI Primavera?

KDY: Masih saling berkomunikasi lewat BBM karena kami ada group dalam BBM.

NTA: Bagaimana kondisi persepakbolaan Indonesia saat ini jika dibandingkan dengan zaman anda masih aktif sebagai pemain?

KDY: Tentu berbeda karena sepak bola kan makin berkembang dan sekarang pasti banyak inovasi-inovasi yang selalu dikembangkam dalam memajukan sepak bola, biarpun hasilnya masih belum memuaskam harapan masyarakat, tapi saya percaya kalau semua komponen sepak bola fokus dan satu tujuan untuk memajukan sepak bola kita tanpa ada kepentingan-kepentingan sendiri pasti kita bisa maju.

NTA: Belakangan, PSSI lebih sering berinisiatif menaturalisasi pemain asing. Bagaimana menurut anda?

KDY: Secara pribadi saya kurang setuju karena sebenarnya banyak talenta-talenta kita yang sangat bisa diharapkan, tinggal gimana kita memolesnya aja, tinggal dipikirkan konsepnya. Semua memang perlu waktu tapi harus dimulai dari sekarang dan benar-benar serius.

NTA: PSSI U-19 di bawah asuhan Indra Sjafrie menorehkan prestasi yang menjanjikan. Bagaimana menurut anda? apakah ini sinyal sepakbola Indonesia memasuki era keemasannya?

KDY: Pertama saya ucapkan selamat buat mereka...mudah-mudahan tim ini bisa menjadi harapan sepak bola di masa yang akan datangg. Tapi kita jangan terlalu berekpekstasi yang berlebihan karena takut jadi beban buat mereka, yang harus dilakukan adalah harus udah ada team back up-nya dari U-14-U16 dan sebagainya. Jadi, regenerasi kita gak pernah putus.  Jangan berharap dari 1 tim saja.

NTA: Menurut anda, final ideal Piala Dunia 2014 mempertemukan siapa dengan siapa? Dan siapa jagoan anda?

KDY: Brazil vs Spanyol. Juara kayaknya Brazil.

NTA: Siapa sajakah bintang muda yang akan bersinar dalam hajatan Piala Dunia 2014 yang akan digelar di Brazil tersebut?

KDY: Hazard.

NTA: Karena anda berposisi sebagai striker, siapakah yang akan menjadi top score Piala Dunia 2014?

KDY: Van Persie.

NTA: Apa saja syarat Indonesia bisa tampil di Piala Dunia?

KDY: Pembinaan usia muda yang harus diperbaiki, melakukan pertandingan internasional sehingga menambah jam terbang pemain,menciptakan kompetisi yang baik, karena dengan kompetisi yang baik tercipta juga pemain dan manajemen yg baik juga.

NTA: Setelah pensiun, banyak sekali pesepakbola memilih menjadi komentator, pundit (pengamat bola) atau menjadi pelatih. Anda lebih tertarik yang mana dan mengapa?

KDY: ketiganya, karena hal tersebut ditunjang dengan pengalaman dan pengetahuan yang saya punya.

NTA: Siapakah yang berpeluang meraih juara ISL 2014-2015?   

KDY: menurut saya yang berpeluang ada 3 tim, yaitu Arema, Persipura dan Mitra Kukar.

NTA: Tim manakah yang akan mampu memberi kejutan saat Piala Dunia nanti?

KDY: Mungkin Belgia sebagai tim kuda hitam.

NTA: Bagaimana peluang tim-tim Asia saat berlaga di Piala Dunia? (Iran, Korea Selatan, Jepang, Australi)?

KDY: Mungkin peluang untuk maju ke babak berikutnya cukup berat, tapi peluang itu masih tetap ada, seperti Korea yang bisa maju sampai 4 besar di piala dunia 2002.

back to top