Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kurikulum anti-narkoba; Risma geram, guru bingung

Kurikulum anti-narkoba; Risma geram, guru bingung
Surabaya - KoPi | Walikota Surabaya Tri Rismaharini tampaknya benar-benar geram pada ulah bandar narkoba di Surabaya. Karena itu ia mendukung penuh pelaksanaan kurikulum anti-narkoba yang digagas BNN Jawa Timur. Menurut Risma, narkoba adalah penyakit masyarakat dan harus dicegah sebelum benar-benar menjadi parah.
 

Risma mengatakan, dengan melalui kurikulum, pesan mengenai bahaya narkoba lebih mudah dan lebih efektif disampaikan kepada anak-anak. Sebab, dengan sekali bicara, guru akan bisa langsung menyebarkan pesan bahaya narkoba kepada satu kelas, dan dapat dilakukan lebih sering. "Saya tiga kali sehari harus ngomong ke 60 sampai 100 anak-anak. Kalau dengan cara itu, bayangkan untuk dapat sekian puluh ribu anak perlu waktu berapa tahun? Tapi kalau dimasukkan ke kurikulum pendidikan guru akan secara otomatis akan mengajarkan pada satu kelas," kata Risma.

Meski demikian, beberapa guru masih bingung mengenai adanya kurikulum ini. Salah seorang guru SMA 45 yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan hingga saat ini masih belum ada penataran ataupun pelatihan mengenai integrasi kurikulum anti-narkoba dalam mata pelajaran.

"Setahu saya masih belum ada pelatihan. Modulnya baru diserahkan ke hari ini ke kepala sekolah, itu juga baru simbolik. Nanti kita lihat dulu ke depannya," ungkap guru perempuan tersebut.

back to top