Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

Kunci kasus Udin pada keberanian kepolisian

Kunci kasus Udin pada keberanian kepolisian

Jogjakarta-KoPi| Masih tentang Udin. Wartawan yang dibunuh karena berita. Sekitar 15 massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Untuk Udin melakukan aksi diam di depan kantor pos Yogyakarta Malioboro. Massa melakukan aksi pukul 16.00-16.58 WIB. Waktu ketika wartawan Udin dibunuh sekitar pukul 16.00 WIB.

Kentongan dipukul pada akhir aksi sebanyak 19 kali. Pukulan 19 kali kentongan menunjukan waktu 19 tahun pembunuhan Udin.
Massa aksi menuntut aparat penegak hukum dan pemerintah mengusut tuntas kasus pembunuhan Udin.

Sembari tertutup lakban massa aksi membawa selebaran bertuliskan "Sudahkah negara bela warga", berupa kritikan massa terhadap lambannya tindakan negara menyelesaikan kasus Udin. Selain itu massa juga membawa kentongan.


Menurut anggota KAMU, Sri Wiyati aksi diam sekaligus mengkritik wacana bela negara yang didengungkan oleh pemerintah.

"Bela negara bagian dari hak asasi manusia, dalam kasus Udin hal itu  berhubungan dengan pemberantasan anti korupsi. Pertanyaannya sekarang pejabat waktunya bela negara kapan negara membela kasus Udin?," kata Sri seusai aksi tanggal 16 November 2015.

Rentang 19 tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun 19 tahun seolah berjalan lalu terhadap kasus Udin. Hingga kini KAMU belum melihat komitmen penegak hukum terutama kepolisan DIY mengungkap kasus Udin.

"Kuncinya ada di kepolisian, beraninya, hanya yang kita saksikan setiap kali ganti Kapolda belasan kali, kita melakukan audiensi, tapi ya (seperti)," pungkas Sri. |Winda Efanur FS|

back to top