Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

Kunci kasus Udin pada keberanian kepolisian

Kunci kasus Udin pada keberanian kepolisian

Jogjakarta-KoPi| Masih tentang Udin. Wartawan yang dibunuh karena berita. Sekitar 15 massa yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Untuk Udin melakukan aksi diam di depan kantor pos Yogyakarta Malioboro. Massa melakukan aksi pukul 16.00-16.58 WIB. Waktu ketika wartawan Udin dibunuh sekitar pukul 16.00 WIB.

Kentongan dipukul pada akhir aksi sebanyak 19 kali. Pukulan 19 kali kentongan menunjukan waktu 19 tahun pembunuhan Udin.
Massa aksi menuntut aparat penegak hukum dan pemerintah mengusut tuntas kasus pembunuhan Udin.

Sembari tertutup lakban massa aksi membawa selebaran bertuliskan "Sudahkah negara bela warga", berupa kritikan massa terhadap lambannya tindakan negara menyelesaikan kasus Udin. Selain itu massa juga membawa kentongan.


Menurut anggota KAMU, Sri Wiyati aksi diam sekaligus mengkritik wacana bela negara yang didengungkan oleh pemerintah.

"Bela negara bagian dari hak asasi manusia, dalam kasus Udin hal itu  berhubungan dengan pemberantasan anti korupsi. Pertanyaannya sekarang pejabat waktunya bela negara kapan negara membela kasus Udin?," kata Sri seusai aksi tanggal 16 November 2015.

Rentang 19 tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun 19 tahun seolah berjalan lalu terhadap kasus Udin. Hingga kini KAMU belum melihat komitmen penegak hukum terutama kepolisan DIY mengungkap kasus Udin.

"Kuncinya ada di kepolisian, beraninya, hanya yang kita saksikan setiap kali ganti Kapolda belasan kali, kita melakukan audiensi, tapi ya (seperti)," pungkas Sri. |Winda Efanur FS|

back to top