Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

Kuliah pakai jilbab di Prancis, sang dosen suruh ia keluar

Kuliah pakai jilbab di Prancis, sang dosen suruh ia keluar

Prancis-KoPi, Sebuah kontroversi menganai wanita berjilbab di Prancis terulang kembali, setelah seorang wanita berjilbab diminta untuk melepasnya ketika kuliah di kampus ternama La Sorbonne University.

“Apakah kamu sedang berencana untuk menjaga ‘sesuatumu’ di kelasku?” tanya dosen geografi tersebut kepada mahasiswi tersebut, harian Pranci Le Monde mengatakan. Dosen dan Mahasiswi tersebut tidak dimunculkan di publik.

“Saya di sini untuk membantu kamu berintegrasi dengan kehidupan yang professional, dan kerudungmu itu akan meyebabkan masalah bagi kamu,” tambah sang dosen.

Ketika mahasiswi tersebut menolak melepasnya, sang meminta dia untuk keluar dan masuk di kelas lain saja.

Pada tahun 2004 ada undang-undang yang melarang memakai pakaian yang menunjukkan symbol agama di sekolah-sekolah di prancis, tapi tidak untuk perguruan tinggi.

Pada tahun 2010 ada undang-undang yang melarang penggunaan burqa/niqab/cadar yang menutupi seluruh wajah. Namun tidak melarang memakai jilbab.

Prancis beralasan pelarangan tersebut, yang disetujui oleh Dewan Hukum, dibutuhkan untuk melindungi budaya sekuler Prancis batasan yang kuat antara agama dan negara.

Baru-baru ini dikabarkan pemerintah Prancis bertanggung jawab untuk mengontrol nilai-nilai sekulernya dan merekomendasikan pelarangan memakai jilbab bagi muslimah di beberapa universitas untuk menghindari tegangan.

Prancis adalah salah satu negara Eropa Barat yang populasi muslimnya terbesar di Eropa Barat. Diperkirakan ada 5 juta muslim di sana, dan antara 400 dan 2,000 wanita memakai kerudung.


(Fahrurrazi)
Sumber: Al-Arabiya News

back to top