Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Kucing Rumahan Penyebab Satwa Australia Punah

Kucing Rumahan Penyebab Satwa Australia Punah AP
KoPi | Australia selalu menjadi benua yang unik. Benua terkecil ini begitu terpisah, terisolasi dari benua-benua lain, dan dihuni berbagai hewan berbisa. Namun ilmuwan menemukan fakta lain yang mengejutkan, mamalia endemik Australia semakin langka dan terancam punah. Alasan mengapa mereka punah semakin cepat, justru berasal dari sahabat dekat manusia: kucing rumahan.
 

Sebuah publikasi ilmiah di National Academy of Sciences menunjukkan fakta bahwa lebih dari 10 % mamalia asli Australia punah sejak kedatangan bangsa Eropa di benua tersebut. Bangsa Eropa mengenalkan kucing dan rubah dari daratan Eropa ke Australia, dan mereka mengancam habitat alami mamalia Australia. Kucing dibawa pelaut Australia untuk memburu tikus di geladak kapal, dan rubah dibawa sebagai sarana olahraga berburu.

Kedua spesies tersebut ternyata pemburu yang terlalu tangguh untuk mamalia asli Australia. Mereka juga mampu berkembang biak dengan pesat.

“Kami tahu hal ini sangat buruk, tapi kenyataannya jauh lebih buruk daripada perkiraan kami sebelumnya. Bahwa kita kehilangan sejumlah besar spesies merupakan masalah internasional,” ungkap John Woniarski dari Charles Darwin University, Australia.

Sebelumnya para ilmuwan selalu penasaran apa yang menjadi cepatnya kepunahan mamalia Australia. Di belahan dunia lain, kepunahan berbagai macam spesies disebabkan campur tangan manusia. Namun, Australia yang memiliki wilayah gurun yang luas hanya dihuni sedikit manusia. Seharusnya, Australia menjadi surga bagi hewan-hewan endemik.

Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Ilmuwan menemukan fakta bahwa ada 7 spesies mamalia yang dulu tersebar di Australia kini hanya bisa ditemukan di sebuah pulau yang tidak memiliki kucing dan rubah. Mereka juga menyimpulkan bahwa mamalia Australia paling terancam punah adalah mamalia kecil. Mamalia-mamalia tersebut merupakan santapan empuk bagi kucing dan rubah.

“Ini menunjukkan bahwa kita terlalu abai pada spesies yang terlalu invasif. Kita bisa membahayakan lingkungan meskipun tempat itu tidak dihuni manusia,” ujar Stuart Pimm, ahli biologi dari Duke University.| AP

back to top