Menu
Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ketat Dengan Terjunnya 29 Ekor Anjing Pelacak dan Body Scanner.

Keamanan di Bandara Adi Sutjipto Ke…

Sleman-KoPi| Komandan sat...

Prev Next

Kucing, hewan paling istimewa bagi umat Muslim

Kucing, hewan paling istimewa bagi umat Muslim
KoPi| Kucing selalu memiliki tempat yang istimewa dalam peradaban Islam. Tidak seperti di Eropa yang pernah mengalami ketakutan massal pada kucing karena dianggap sebagai antek penyihir dan iblis, Islam selalu menempatkan kucing di tempat yang terhormat.
 

Di Mesir misalnya. Pada 1830 orientalis asal Inggris, E.W. Lane, menulis bahwa ia terkagum-kagum pada sebuah kebiasaan warga Kairo. Setiap sore, banyak kucing berkumpul di halaman gedung pengadilan Kairo dan orang-orang membawa keranjang makanan untuk mereka. Warga Kairo mengatakan, hakim di sana memenuhi kewajiban turun temurun yang sudah ada sejak abad ke-13, pada masa pemerintahan Sultan Al-Zahir Baybars. Sultan Al-Zahir Baybars disebutkan membuat 'taman kucing' yang memberikan segala kebutuhan untuk kucing. 

Aturan tersebut terus dipelihara bahkan hingga sekarang. Setiap turis yang datang ke Kairo pasti melihat begitu banyak kucing di jalanan, atau bahkan di dalam masjid.

Sejak sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab sudah terbiasa memelihara kucing. Mereka bisa menghalau binatang berbahaya seperti kalajengking dan ular agar tidak masuk rumah. Kebiasaan itu juga terus berlangsung hingga masa kejayaan Islam. Para ilmuwan Muslim memelihara kucing untuk mengusir tikus, sehingga buku-buku mereka tidak rusak dimakan binatang pengerat tersebut. Selain itu, banyak kisah sufi yang bertutur mengenai kucing. Misalnya, kucing peliharaan seikh di sebuah madrasah yang mengorbankan diri untuk murid madrasah tersebut, atau kisah sufi asal Irak yang bermimpi dosa-dosanya diampuni karena menyelamatkan seekor anak kucing.

Para sufi menyebut dengkuran kucing sama dengan berzikir dan bisa membantu proses penyembuhan. Penelitian modern mengungkapkan, dengkuran kucing memang berefek pada penyembuhan. Penelitian tersebut menyebutkan: "Dengkuran kucing berada di frekuensi 25 sampai 50 hertz, atau sama dengan frekuensi terbaik untuk pertumbuhan tulang dan penyembuhan patah tulang".

Nabi Muhammad SAW sendiri tercatat sangat mencintai kucing. Banyak cerita dan hadist yang menggambarkan bagaimana kecintaan beliau terhadap kucing, terutama pada kucing peliharaannya, Muezza. Bahkan ada hadist yang menyebutkan bahwa air yang baru dipakai minum untuk kucing bisa digunakan untuk berwudhu. |Muslim Heritage|

back to top