Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

Kuantitas KPK Indonesia 1:10 KPK Hongkong

Kuantitas KPK Indonesia 1:10 KPK Hongkong

Jogjakarta-KoPi| “Bagi orang KPK pelantikan Budi Gunawan (BG) sebagai wakapolri ibarat naik roller coster yang belum selesai. Masih mengalami naik turun. Wahana roller coster ini dimulai sejak kasus pra peradilan BG”, kata Direktorat Pendidikan dan Pelayanan masyrakat KPK Rahmat Handoko.

Menurut Rahmat handoko yang akrab disapa Koko Pelantikan BG yang terkesan tertutup menggulirkan adanya spekulasi-spekulasi lain dalam penanganan korupsi di Indonesia.

Sejatinya kasus korupsi di Indonesia sudah bisa diberantas dengan baik. Pasalnya Indonesia memiliki tiga senjata ampuh untuk melawan korupsi. Tiga tersebut berupa lembaga KPK, kepolisian dan kejaksaan.

Namun Koko menyayangkan tim pemberantas tersebut kini tercerai berai karena kasus BG kemarin. terkesan ada pihak yang mengadu domba antara KPK dan kepolisian.

“ Di tahun lalu KPK mencoba memperbaiki pihak kepolisian dan kejaksaan, hingga akhirnya fokus korupsi muncul kasus BG. Tragedi KPK itu melemahkan KPK. Upaya pelemahan KPK ini karena KPK menjadi satu-satunya yang dipercaya oleh masyarakat”, paparnya.

Selain memiliki lawan yang selalu melemahkan tubuh KPK. Secara lembaga pribadi KPK di Indonesia kualitasnya masih jauh dari negara lain seperti Hongkong.

“ Lembaga anti korupsi cuma di Indonesia Cuma KPK. Kalau di Hongkong pegawai KPKnya 10 x lipat dari Indonesia, kita sekarang 1.400 pegawai sedangkan mereka 14.000. Mereka kuat secara lembaga dan jumlah, padahal luas negara lebih luas kita”, pungkas Koko.|Winda Efanur FS|

back to top