Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Prev Next

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

Sleman-KoPi| Gelaran Konfrensi tingkat tinggi (KTT) hutan hujan Asia Pasifik atau Asian Pacific Rainforest Summit(APRS) ke tiga, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar bersama menteri negara-negara pasifik lainnya menekan APRS bukan lagi hanya mendorong perlindungan hutan, namun juga pengembangan hutan hujan ke berbagai aspek.

Siti Nurbaya pun menjelaskan APRS memang mempunyai tugas utama untuk melindungi hutan hujan di Asia Pasifik. Tapi dari situ juga, perlindungan hutan juga dapat dikembangkan untuk pengembangan ekonomi, peningkatan pengetahuan lingkungan, serta pembuatan kebijakan perlindungan hutan hujan yang lebih baik. 

"Pada dasarnya untuk apa kita melakukan APRS, pertama untuk mengembalikan bentang lahan yang terdegradasi untuk melindungi hutan yang bernilai konservasi tinggi. Tapi di sisi lain kita bisa mendukung pembangunan ekonomi dengan pelestarian hutan,"ujar Menteri LHK saat jumpa pers usai pembukaan APRS di Alana Hotel, Senin (23/4).

Pada KTT APR ketiga ini, Siti juga mengungkapkan ,ia secara khusus mendorong mempromosikan kayu legal Indonesia dalam sektor pengembangan ekonomi lewat pelestarian hutan. Pasalnya, Indonesia sendiri sudah memiliki penerapan pengelolaan hutan produksi yang lestari lewat pengaplikasikan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SLVG). 

Program SLVG inipun diharapkan dapat mendukung pengelolaan hutan produksi yang baik melalui pengurangan deforestasi yang sekaligus mendukung pengurangan gas rumah kaca (GRK).

"Saya secara khusus kita dari Indonesia mendorong untuk mempromosikan kayu legal,"imbuhnya. 

Sementara itu Menteri LHK dari Australia, Josh Frydenberg pada APRS ketiga ini menekankan untuk mengembangkan kolaborasi yang baik dalam negara maupun mitra internasional untuk memperkuat tata kelola hutan. Terkait tujuan dari pertemuan ini, ia menekan sebagai langkah  untuk melawan deforestasi dan degredasi hutan yang terjadi di negara-negara Asia Pasifik. 

"Pertemuan KTT ini merupakan bagian dari kemitraan Hutan Hujan Asia Pasifik (APR) yang diprakarsai oleh Australia untuk membangun sebuah dialog antara para pemimpin dalam pemerintahan, riset, komunitas, dan sektor swasta untuk memajukan aksi melawan deforestasi dan degredasi hutan di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik," pungkasnya. 

back to top