Menu
Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR Hemas Tekankan Penggunaan Teknologi dengan Bijak

Jadi Pembicara Seminar di UAJY, GKR…

Jogj-KoPi| Universitas At...

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabatan Bagi 2.065 CPNS 2018

Pemprov Jatim Siapkan Formasi Jabat…

Surabaya-KoPi| Pemerintah...

UGM dan Twente University Teliti Kandungan Panas Bumi di Bajawa NTT

UGM dan Twente University Teliti Ka…

Flores-KoPi| Peneliti UGM...

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V Pajero Indonesia ONE di Surabaya

Kopi Darat Nasional (KopdarNas) V P…

Surabaya-KoPi| Dalam rang...

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswedan Tekankan Nilai Integritas

Jadi Pembicara di UAJY, Novel Baswe…

Jogja-KoPi| Fakultas Huku...

Pakde Karwo: Antara Operator dan Regulator Transportasi Tidak Bisa Dipisahkan

Pakde Karwo: Antara Operator dan Re…

Surabaya-KoPi| Gubernur J...

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres dan Cawapres

Nertalitas TNI dalam Pemilu Capres …

Lembah Tidar-KoPi| Senin ...

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu melaksanakan Out Bound

Reuni Adem Akabri '86, Ibu ibu mela…

Lembah Tidar-KoPi| Minggu...

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program Kampus Sehat dan Bebas Asap Rokok

Teknik Mesin SV UGM Dukung Program …

Jogja-KoPi| Departemen Te...

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalitas Kayu

Teknologi RFID Bantu Lacak Legalita…

Bantul-KoPi| Tim Pengabdi...

Prev Next

KTT APRS ketiga, pembahasan tidak cukup hanya pada perlindungan hutan saja.

Sleman-KoPi| Gelaran Konfrensi tingkat tinggi (KTT) hutan hujan Asia Pasifik atau Asian Pacific Rainforest Summit(APRS) ke tiga, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar bersama menteri negara-negara pasifik lainnya menekan APRS bukan lagi hanya mendorong perlindungan hutan, namun juga pengembangan hutan hujan ke berbagai aspek.

Siti Nurbaya pun menjelaskan APRS memang mempunyai tugas utama untuk melindungi hutan hujan di Asia Pasifik. Tapi dari situ juga, perlindungan hutan juga dapat dikembangkan untuk pengembangan ekonomi, peningkatan pengetahuan lingkungan, serta pembuatan kebijakan perlindungan hutan hujan yang lebih baik. 

"Pada dasarnya untuk apa kita melakukan APRS, pertama untuk mengembalikan bentang lahan yang terdegradasi untuk melindungi hutan yang bernilai konservasi tinggi. Tapi di sisi lain kita bisa mendukung pembangunan ekonomi dengan pelestarian hutan,"ujar Menteri LHK saat jumpa pers usai pembukaan APRS di Alana Hotel, Senin (23/4).

Pada KTT APR ketiga ini, Siti juga mengungkapkan ,ia secara khusus mendorong mempromosikan kayu legal Indonesia dalam sektor pengembangan ekonomi lewat pelestarian hutan. Pasalnya, Indonesia sendiri sudah memiliki penerapan pengelolaan hutan produksi yang lestari lewat pengaplikasikan Sistem Verifikasi Legalitas Kayu (SLVG). 

Program SLVG inipun diharapkan dapat mendukung pengelolaan hutan produksi yang baik melalui pengurangan deforestasi yang sekaligus mendukung pengurangan gas rumah kaca (GRK).

"Saya secara khusus kita dari Indonesia mendorong untuk mempromosikan kayu legal,"imbuhnya. 

Sementara itu Menteri LHK dari Australia, Josh Frydenberg pada APRS ketiga ini menekankan untuk mengembangkan kolaborasi yang baik dalam negara maupun mitra internasional untuk memperkuat tata kelola hutan. Terkait tujuan dari pertemuan ini, ia menekan sebagai langkah  untuk melawan deforestasi dan degredasi hutan yang terjadi di negara-negara Asia Pasifik. 

"Pertemuan KTT ini merupakan bagian dari kemitraan Hutan Hujan Asia Pasifik (APR) yang diprakarsai oleh Australia untuk membangun sebuah dialog antara para pemimpin dalam pemerintahan, riset, komunitas, dan sektor swasta untuk memajukan aksi melawan deforestasi dan degredasi hutan di Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik," pungkasnya. 

back to top