Menu
Mendesa RI bersama Rektor UGM melepas 5.992 Peserta KKN PPM 2018 ke 34 Provinsi.

Mendesa RI bersama Rektor UGM melep…

 Sleman-KoPi| Rektor UG...

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata Pantai Selatan

Basarnas Fokuskan Pengamanan Wisata…

Jogja-KoPi| Tim Search An...

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yaman berdampak ke Bencana Kemanusiaan yang Lebih Besar

PBB:Serangan Lanjut ke Hudaida Yama…

Yaman-KoPi| Persatuan Ban...

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cenderung Turun.

Tahun 2018 Kasus Demam Berdarah Cen…

Sleman-KoPi| Memasuki per...

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Cangkang Udang Menjadi Closet Sanitizer Berbahan 100% non Alkohol.

Mahasiswa UGM Inovasikan Limbah Can…

Sleman-KoPi| Lima Mahasis...

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunung Merapi tidak di tutup Tapi kalau naik Gunung harap Waspada

Gubernur DIY: Jalan Alternatif Gunu…

Sleman-KoPi| Gubernur Dae...

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Berfokus Pada 4 Potensi Kerawanan saat Lebaran.

Operasi Ketupat 2018, Polda DIY Ber…

Sleman-KoPi| Kepolisian D...

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Menghabiskan Malam di  Hotel Berbintang Ketimbang di Hotel Melati.

Tamu di Yogyakarta Lebih Gemar Meng…

Bantul-KoPi| Badan Pusat ...

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelaran Pertemuan Dengan Kim Jong.

Donald Trump Pastikan Tanggal Gelar…

Washington-KoPi| Presid...

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredaran Tembakau Gorila di Yogyakarta.

Polda DIY Gagalkan Operasi Peredara…

Sleman-kopi| Direktorat R...

Prev Next

KTSP 2006 buat siswa tidak bisa menghadapi MEA

KTSP 2006 buat siswa tidak bisa menghadapi MEA
Surabaya - KoPi | Kebijakan Menteri pendidikan era Jokowi menuai kritikan tajam. Pemberhentian Kurikulum 2013 menuai kritikan tajam dari mantan menteri pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud RI) Muhammad Nuh.

Diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dinilai membuat sekolah di Indonesia tidak siap menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) kedepannya.

“Di Indonesia kini yang masih memakai K-13 hanya tinggal 16 ribu sekolah. Sisanya kembali ke KTSP” ungkap Nuh setelah seminar nasional bertajuk Kebijakan Pedidikan Nasional Dalam Menghadapi MEA di Aula Srikandi Fakultas Ilmu Soial (FIS) Universitas Negri Surabaya (UNESA) kemarin.

Kebijakan mentri baru yang memberhantikan K-13 akan menjadikan sekolah-sekolah di Indonesia mengalami kemunduran. Sekolah yang kembali menanamkan KTSP dianggap tidak akan siap menghadapi MEA.

Dalam K-13 yang berbasis kreatifitas, siswa dituntut kreatif hingga mampu menciptakan sesuatu. “Hal utama dalam menghadapi MEA adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan. Siswa yang memiliki keterampilan dan kreatifitas tinggi saya rasa akan mampu bersaing dengan MEA” ujarnya.

Sedang saat ini kurikulum yang ditanamkan adalah kembali pada KTSP. Dimana hanya mengoptimalkan pembelajaran aktif antara guru dan siswa. Sehingga murid dinilai akan kagok untuk menjadi lebih kreatif dalam menciptakan sesuatu.

Tidak hanya itu, Nuh sebenarnya merancang K-13 untuk 2045 mendatang. pada tahun 2045 nanti, persaingan akan lebih besar.  “Tidak hanya MEA, nanti ada negara pasifik dan lainnya. Semua pasti berkompetisi. Kalau dasar pendidikannya tidak dibangun, kapan kita mau bersaing” tuturnya. | Labibah

back to top