Menu
Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Senyawa Atasi Limbah Tambang

Mahasiswa UGM Inovasikan Produk Sen…

Sleman-KoPi| Tim mahasisw...

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Prev Next

Kritik pakar ekonomi pada ketidakikutsertaan Indonesia di TPP

ibm-binus-3p.blogspot.com ibm-binus-3p.blogspot.com

Jogjakarta-KoPi| Amerika Serikat, Jepang dan 10 negara pasifik menandatangani Kemitraan Trans Pasifik (TPP) pada Senin 5 Oktober lalu. Kemitraan TPP mewujudkan perdagangan internasional ke negara anggota TPP dengan bea masuk hampir 0%.

Negara-negara lain yang tergabung dalam TPP adalah Australia, Brunei Darusalam, Kanada, Cile, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Peru, Singapura, dan Vietnam.

Sementara pakar ekonomi, Yose Rizal Damuri menilai ketidakikutsertaan Indonesia dalam keanggotaan TPP karena Indonesia belum memiliki kesiapan menghadapi TPP.

“Kita selaku bilang siap berkompetisi atau gak?, Siap atau ga gak ya tetap kompetisi berlangsung,” jelas Yose Rizal Damuri seusai diskusi ‘Prospek Trans Pasific Partnership dan Strategi Perdagangan Bebas Indonesia’ di Wisma Syantikara pukul 12.00 Wib.

Yose Rizal Damuri menegaskan ketidaksiapan Indonesia terlibat dalam TPP karena pemerintah Indonesia belum berani melakukan terobosan di bidang perdagangan luar negeri.Perubahan peraturan dasar perekonomian dasar ini menjadi tantangan bagi pemerintah, DPR bahkan pemerintah daerah.

“Siap gak kita melakukan perubahan, UU penanaman modal dirubah, UU HAKI kekayaan intelektual dirubah, aturan investasi dirubah, untuk standar TPP?,” ungkapnya.

Dalam konteks TPP ini, ketidakikutsertaan Indonesia menyebabkan banyak kerugian. Menurut Yose Rizal Damuri Indonesia akan kehilangan pangsa pasar di berbagai negara TPP. Seperti Amerika Seriakat dan Jepang, yang selama ini mejadi pasar bagi Indonesia.

Sebaliknya justru investasi akan membanjiri Vietnam, nota bene anggota TPP. “ Vietnam masih setara dengan Indonesia, kemungkinan Vietnam mendapatkan keuntungan paling besar, nanti banyak pengalihan dari Filipina, Indonesia ke Vietnam, “ pungkas Yose Rizal Damuri. |Winda Efanur FS|

back to top