Menu
Gunung Merapi Berpeluang Alami Letusan Efusif Yang Aman.

Gunung Merapi Berpeluang Alami Letu…

Jogja-KoPi| Kepala Balai ...

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di Proses Magmatisnya.

BPPTKG: Merapi Masih Sangat Awal di…

Jogja-KoPi| Balai Penyeli...

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Empati dan Duka Cita AS kepada Korban dan Dampak Terorisme di Jatim

Pakde Karwo : Terima Kasih Atas Emp…

Jatim-KoPi| Gubernur Jati...

Pemerintah Bangun Industri Digital untuk Kurangi Kesenjangan Ekonomi

Pemerintah Bangun Industri Digital …

Sleman-KoPi| Pemerintah s...

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi| Balai Pen...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Prev Next

KPU permudah masyarakat untuk mencoblos

KPU permudah masyarakat untuk mencoblos

Surabaya – KoPi, Pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif akan dilaksanakan besok (9/4/2014), permasalahan tentang meningkatnya Golongan Putih (Golput) selalu menjadi perbincangan yang menarik pada setiap pelaksanaan pesta demokrasi akbar tersebut.

Pada pelaksanaan tiga pemilu sebelumnya, terjadi tren penurunan partisipasi masyarakat dalam setiap pemilu. Pada Pemilu 1999 partisipasi pemilih mencapai 93,30%, sementara tahun 2004 menurun 84,07% pada Pileg dan 77,44% di Pilpres, sementara di Pemilu 2009 partisipasi pemilih Pileg 70,99% dan Pilpres 72,56%.

 

Menurunnya angka partisipasi pemilih tersebut disebabkan oleh banyak faktor selain karena semakin menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap para wakil rakyat yang duduk di kursi pemerintahan. Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai penyelenggara pelaksanaan pemilu juga telah berupaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam setiap pemilihan umum.

 

Salah satu upaya yang dilakukan oleh KPU untuk mengurangi angka golput hingga saat ini adalah dengan melakukan sosialisasi mengenai teknis pemilihan umum kepada masyarakat. Dewita Hayusinta selaku Komisioner KPU-Jatim saat diwawancara di sela-sela acara Pemilu Jujur dan Berintegritas yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), (22/3/2014), menyatakan bahwa saat ini KPU telah membuat peraturan untuk memudahkan masyarakat mencoblos seperti adanya DPT tambahan.

 

“DPT tambahan ini apabila ada yang pindah TPS (pindah pilih), sudah terdaftar tapi dia pindah pilih. Seperti mahasiswa harus tetap ngurus pindah pilih dari TPS asal dia, dia bisa langsung ke kpu kabupaten/kota tempat kuliahnya untuk mengurus pindah pilihnya dia” ucap mbak Dewi.

 

Seperti diketahui, kalangan mahasiswa adalah sasaran strategis yang harus didorong oleh KPU untuk menyalurkan suaranya dalam pemilu karena kalangan mahasiswa pada umumnya adalah para pemilih muda yang tidak tahu seluk-beluk pemilu. Peraturan ini dirasa mbak Dewi lebih memudahkan daripada kartu A5 pada pemilu sebelumnya.

 

Selain itu, KPU juga memberikan kemudahan terhadap masyarakat yang tidak memiliki identitas berupa pemilih khusus dan pemilih khusus tambahan. Masyarakat yang tidak punya identitas dan berhak memilih dapat menyalurkan hak pilihnya dengan membawa surat domisili, surat dari RT, KTP, KK, atau pasport ke TPS terdekat dari tempat tinggalnya.

 

Dengan adanya peraturan baru tersebut, diharapkan masyarakat menjadi tahu bahwa pemilu saat ini lebih memudahkan mereka untuk menggunakan hak pilihnya. Peraturan tersebut juga telah disosialisasikan tinggal masyarakat, mbak Dewi kemudian juga menambahkan “itu (peraturan, RED) sudah disosialisasikan, tinggal masyarakat mau menggunakannya atau tidak.”***

 

Reporter : Aditya Candra Lesmana

back to top