Menu
UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan Pokok di Jatim Dipastikan Aman

Jelang Puasa, Stok Barang Kebutuhan…

Surabaya-KoPi|Menjelang b...

Pemerintah Bantul Siap Dukung Kontes Robot Indonesia di UMY

Pemerintah Bantul Siap Dukung Konte…

Sleman-KoPi| Menjelang pe...

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media Sosial Bermunculan

Tahun Politik, Akun Buzzer di Media…

Sleman-KoPi| Menjelang pi...

Prev Next

KPU Kota Yogyakarta siap hadapi gugatan di MK

KPU Kota Yogyakarta siap hadapi gugatan di MK

Jogja-KoPi|Hamdan Kurniawan Ketua KPU DIY menjelaskan terkait dengan gugatan salah satu timses pilkada, putusan akhir dari Mahkamah Konstitusi baru selesai pada tanggal 19 Mei 2017. Pengumuman kemenangan dan pengangkatan baru dilksanakan setelah tanggal 19 Mei.

Sebelumnya KPU kota digugat oleh tim sukses pasangan calon no urut 1 Imam Priyono dan Ahmad Fadli berkaitan dengan Surat Keputusan Hasil Rekapitulasi yang menunjukkan keunggulan dari pasangan calon no urut 2, Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwanto.

Gugatan tersebut berupa tuntutan agar dilaksanakan kembali pemungutan suara ulang atau penghitungan suara ulang.

“Gugatan dari pemohon gugatan dari tim pasangan calon no.1, meminta pemungutan suara ulang atau penghitungan ulang surat suara, mereka meminta penghitungan surat suara di semua TPS. Kita tunggu saja putusan dari MK,” ujar Arif setelah Jumpa Pers di KPU DIY, Kamis (16/3).

Dalam mempersiapan Persidangan di MK, Hamdan menjelaskan Pihak KPU DIY sudah siap membantu penyediaan bukti-bukti,saksi, asistensi serta bantuan advokasi kepada pihak yang tergugat KPU kota.

Menurutnya KPU kota sudah bekerja dengan benar dan sesuai UU. Hamdan juga menambahkan KPU DIY akan mengasistensi KPU kota dalam rangka membantu proses persidangan MK.

Selain itu, berkaitan dengan dugaan pelanggaran Kode Etik KPPS, Hamdan memaparkan bahwa pihaknya sudah siap dengan panggilan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).Dugaan ini berangkat dari aduan tim sukses paslon no. 1 yang menemukan bahwa beberapa anggota KPPS bekerja tidak sesuai kode etik dan aduan ini diajukan oleh Panwas Kota.

“Berkaitan dengan DKPP, kita masih menunggu panggilan terkait dengan aduan dari paslon 1 yang diajukan oleh panwas,”jawabnya.

Berkaitan dengan waktu persidangan yang panjang, Hamdan menjelaskan ada tahapan-tahapan persidangan di adakan oleh MK. Tahapan tersebut berupa Sidang Panel/Pleno Pemeriksaan Pendahuluan dan Pemeriksaan persidangan, Rapat Permusywaratan Hakim pada bulan Maret dan April hingga Putusan Akhir pada tanggal 10-19 Mei. Setelah putusan, MK akan memutuskan apakah pasangan calon no.urut 2 unggul lalu maju ke walikota, atau mengabulkan gugatan dari Timses paslon 2.

“Proses persidangan sampai sidang putusan akhir tanggal 10-19 Mei ,dari mahkamah konstitusi,”

Mengenai pelantikan Walikota, Hamdan menjelaskan pelantikan walikota baru, akan diurus pemerintah oleh kementrian dalam negeri (kemendagri), Hamdan menjelaskan untuk saat ini KPU DIY berfokus untuk menunggu panggilan dari MK serta menyiapkan bantuan untuk pihak tergugat KPU kota pada persidangan nanti.

“Kami optimis dengan hasil MK nanti, kami akan menyiapkan dokumen dan saksi unutk memperkuat kegiatan KPU kota, saksi kami sudah siap dan kami masih menunggu dari panggilan dari MK,” pungkas Hamdan optimis. |Syidiq Syaiful Ardli

 

back to top