Menu
Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi| Gunung Merapi...

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran Persediaan Beras, Gula, dan Minyak Goreng di Yogyakarta Aman.

Bulog DIY: Bulan Puasa dan Lebaran …

Jogja-KoPi| Perum Bulog d...

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi Pengungsi Korban Bencana

UGM Kembangkan Aplikasi Informasi P…

Sleman-KoPi | Pusat Studi...

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pendeteksi dini bencana longsor bernama SIPENDIL.

Tim Peneliti UGM ciptakan alat pend…

Sleman-KoPi | Tim penelit...

Bagaimana menjaga pola makan yang baik dan benar selama bulan Puasa.

Bagaimana menjaga pola makan yang b…

Inggris-KoPi| Inilah saat...

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap gunakan Narkoba.

8 Mahasiswa di Yogyakarta ditangkap…

Sleman-KoPi| Direktorat R...

Korut tunda pertemuan KTT bersama Korea Selatan.

Korut tunda pertemuan KTT bersama K…

Pyongyang-KoPi | Korea ut...

Protes Keras Tanoni :Australia Bebaskan Nelayan Yang Ditangkap.

Protes Keras Tanoni :Australia Beba…

Kupang-KoPi | Pemerintah ...

Prev Next

KPU Kota Yogyakarta semarakan pemilos Madrasah Mualimat Muhammadiyah

KPU Kota Yogyakarta semarakan pemilos Madrasah Mualimat Muhammadiyah

Jogja-KoPi|KPU Kota Yogyakarta ikut serta dalam agenda proses pemilihan e-voting ketua Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) Madrasah Mualimat Muhammadiyah Yogyakarta.

Berkaitan E-Voting, Rani dari Divisi Sosialisasi Humas KPU Kota ,mengatakan e-voting ini merupakan bentuk kemajuan teknologi yang seharusnya juga diterapkan ke pemilu sesungguhnya.

"Sebetulnya e-voting ini adalah satu hal yang harus didukung karena manfaatnya banyak. Dan ini adalah bentuk kemajuan teknologi yang seharusnya kemudian diterapkan dalam proses pemilihan yang sesungguhnya,"ujarnya usai memberikan sosialisasi di Madrasah Mualimat Muhammadiyah,Kamis (29/9)

Meski pihak sekolah sudah berencana menerapkan full sistem e-voting pada pemilihan tahun ini, namun proses pemilihan melalui e-voting hanya berlangsung sebentar akibat listrik mati. Alhasil,pemilihan metode e-voting diubah menjadi manual dipertengahan jalan.

Sekitar 1088 siswi pun satu hari penuh ini memasukkan nama calon ketua PR IPM yang ditulis tangan kekotak suara serta mencelupkan jari mereka ke tinta persis seperti pemilu pada umumnya. Setelah proses pemasukkan nama, KPU pun memberikan sosialisasinya.

Rani pun berharap proses ini tidak berhenti pada pemahaman hak pilih saja tapi juga menyentuh pada pemahaman tanggung jawab pengguna hak pilih. Sosialisasi serta informasi terbaru 2019 juga diberikan kepada puluhan siswa ini.

"Ini juga merupakan bagian dari penjelasan tanggung jawab hak pilih ,dan upaya kami untuk melestarikan budaya demokrasi dengan cara pemilu,"jelasnya.

Sementara itu dari pihak sekolah, Unik Rasyida sebagai wakil direktur kesiswaan Madrasah memaparkan sistem e-voting sudah digunakan pada pemilihan sebelumnya. Pihak sekolah sudah pernah menggunakan sistem pemilihan manual, bilik, dan e-voting dua kali.

Berkaitan pada gelaran pemilihan ini, ia menjelaskan sebelumnya para calon ketua sudah menyampaikan orasi mereka terkait program serta visi misi mereka di lapangan sekolah. Tujuannya adalah agar setiap siswa dapat mengetahui visi dan program para calon sebelum memilih.

"Calon ketua juga melakukan orasi di lapangan sekolah sekitar satu bulan yang lalu ,menyampaikan visi misi mereka. Dari situlah para siswi dapat memilih ketua berdasarkan visi dan program mereka. Harapan kami mereka (siswi pemilih) dapat menjadi pemilih cerdas tanpa memandang muka calon ketua,"jelasnya.

Dari kalangan siswi,puluhan siswi tampak antusias pada pemilihan tahun ini terlepas metode pemilihan berubah ke manual. Salah satu siswi, Zakia ilma mengatakan sudah mengetahui betul setiap calon ketua IPM.

"Harapannya siapapun yang terpilih dapat membawa program yang lebih baik untuk mualimat muhammadiyah dan masyarakat sekitar,"pungkasnya. |Syidiq Syaiful Ardli

back to top