Menu
Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan Strategi Jatim Songsong Bonus Demografi  2019

Pakde Karwo: Dual Track Pendidikan …

Jatim-KoPi| Berbagai lang...

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Adanya Gejala Erupsi Seperti di Tahun 2010 dan 2006.

BPPTKG: Merapi Belum Menunjukkan Ad…

Jogja-KoPi | Balai Penyel...

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana dan Diploma

UGM Mewisuda 1354 Lulusan Sarjana d…

Sleman-KoPi| Universitas ...

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpangan Distribusi Gula Rafinasi

Peneliti Gula UGM Soroti Penyimpang…

Sleman-KoPi| Pasar gula d...

Gerakan Filantropi Islam Sebagai Deradikalisasi

Gerakan Filantropi Islam Sebagai De…

Sleman-KoPi| Dewasa ini, ...

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adalah Persatuan dan Kesatuan

Pakde Karwo: Kunci Perjuangan adala…

Jatim-KoPi| Salah satu ku...

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehakiman Masih Berpusat Pada Institusi Bukan Hakim Secara Personal

Jaminan Kemerdekaan Kekuasaan Kehak…

Sleman-KoPi|Kemerdekaan k...

Merapi Naik ke Status Waspada, Gempa Tremor dan Vulkanik Sempat Muncul Saat Letusan Freaktif.

Merapi Naik ke Status Waspada, Gemp…

Jogja-KoPi|Setelah Gunung...

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dalam Sehari, BPPTKG: Ini Memang Karakter Merapi.

Merapi Kembali Meletus Dua Kali Dal…

Jogja-KoPi | Gunung Merap...

Prev Next

KPU DIY targetkan pemilih Pilkada 2017 sebesar 77,5%

KPU DIY targetkan pemilih Pilkada 2017 sebesar 77,5%

Jogja-KoPi│ Ketua KPU DIY, Hamdan Kurniawan mengatakan KPU memiliki target pemilih 77,5% untuk mencapai target nasional pada 15 Februari 2017. Hal itu untuk menekan angka golput 22,5%.

Pada tahun 2015, KPU DIY telah mencapai target pemilih sebesar 75% dan hanya turun beberapa persen dari target marjinal 77,5%. Sedangkan, beberapa wilayah di DIY di tahun tersebut berada dikisaran nasional 70-75%.

“Di tahun lalu memang diwilayah Bantul, Gunungkidul, Sleman berada dikisaran 75% dan cukup baik yaitu di Bantul 75%, Gunungkidul 71%, Sleman 72%,” jelas Hamdan Kurniawan, Ketua KPU DIY.

Beberapa upaya yang dilakukan untuk menekan angka golput seperti melakukan banyak sosialisasi pemilu, mengakuratkan data pemilih, hingga sosialisasi kepada difabel. Sosialisasi dilakukan pada kelompok-kelompok marjinal, pemilih pada umumnya, bahkan napi yang berada di lapas serta difabel.

“Kami di tahun 2016 telah melakukan pelatihan proses kepemiluan untuk memilih kader peserta dari KPU kota dan KPU Kulonprogo untuk mensosialisasikan Pilkada di seluruh wilayah DIY dan Kulonprogo”, jelas Hamdan.

Hamdan juga menjelaskan keakuratan data pemilih juga digunakan untuk menekan angka golput. Bercermin dari pilkada kemarin, ditemukan kasus pemilih ganda, pemilih yang sudah pindah, hingga pemilih yang sudah meninggal di beberapa TPS DIY.

KPU sendiri berusaha agar data pemilu menjadi lebih akurat, Up to date, dan komprehensif. Di tahun 2017 ini, KPU dalam keakuratan data pemilih menggunakan E-KTP.
“Pendataan sekarang dengan E-KTP, kemarin kota bersama dengan capil mencoret 724 orang yang sudah dipastikan bukan warga kota atau tidak punya E-KTP,” Jelasnya.

Sedangkan, upaya menggandeng dan mensosialisasikan Pilkada kepada para difabel diharapkan mampu memotivasi penyandang difabel untuk menyalurkan suaranya di Pilkada.

“Sosialisasi juga dilakukan kepada para difabel serta memberikan akses yang mudah bagi difabel dalam menyalurkan suaranya di TPS”, ujar Hamdan Kurniawan.

Dengan berbagai upaya tersebut, Ketua KPU DIY, Hamdan kurniawan optimis untuk mencapai target 77,5% di pilkada DIY 2017. “Kami optimis dapat mencapai target 77,5% di pilkada tahun ini,” tutupnya. |Syidiq S Ardli|

back to top